Demo 27 Agustus Berujung Ricuh: Pos Polisi dan Dua Motor Dibakar
FAKTANASIONAL.NET - Demonstrasi 27 Agustus 2026 di Jakarta berlangsung hingga malam dan diwarnai kericuhan. Polisi menghalau massa yang masih bertahan di depan Gedung DPR/MPR menggunakan meriam air pada Kamis (27/08). Di tengah situasi tersebut, seb…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Demonstrasi 27 Agustus 2026 di Jakarta berlangsung hingga malam dan diwarnai kericuhan.
Polisi menghalau massa yang masih bertahan di depan Gedung DPR/MPR menggunakan meriam air pada Kamis (27/08).
Di tengah situasi tersebut, sebuah pos polisi di kawasan Slipi, Jakarta Barat, dilaporkan dirusak dan dibakar.
Sebelumnya, dua sepeda motor juga terbakar di dekat Pos Polisi Pejompongan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 19.00 WIB.
Hingga sekitar pukul 21.45 WIB, belum terdapat keterangan resmi kepolisian mengenai kedua pembakaran tersebut. Identitas pihak yang berada di balik peristiwa itu juga belum diketahui.
Menurut laporan BBC News Indonesia, sekitar pukul 20.15 WIB sejumlah orang masih berkerumun di sekitar perempatan Slipi. Sementara itu, massa demonstran di depan DPR sempat melempar batu, kayu, dan botol minuman.
“Lemparan batu, kayu, dan botol minuman tidak berhenti selama lebih kurang dari 10 menit,” lapor Quin Pasaribu dari lokasi kejadian.
“Asap mengepul di jalanan dan orang-orang berlarian,” tambahnya.
Aksi tersebut awalnya didominasi tuntutan agar DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
Massa juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, penanganan bencana di NTT, serta kebakaran hutan dan lahan.
Data ICW periode 2019-2023 yang dikutip BBC menyebut kerugian negara akibat korupsi mencapai Rp234,8 triliun. Namun, uang pengganti yang kembali ke negara hanya Rp32,8 triliun atau sekitar 13,9 persen.
Seorang perwakilan massa menegaskan, “RUU Perampasan Aset harus segera disahkan sesegera mungkin. Karena sudah sangat mengkhawatirkan, koruptor banyak yang lolos begitu saja.”[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.