Depok Tambah Satu SPPG Baru, BGN Tekankan Pentingnya Standar Keamanan Pangan
DEPOK, FAKTANASIONAL.NET — Kota Depok resmi menambah satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Unit dapur baru untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini diresmikan oleh Badan Giz…
Dengarkan Ringkasan
DEPOK, FAKTANASIONAL.NET — Kota Depok resmi menambah satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Unit dapur baru untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini diresmikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pada Sabtu (11/10).
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyampaikan bahwa pembangunan satuan layanan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai unsur, baik pemerintah, lembaga masyarakat, maupun warga setempat.
“Membangun satu SPPG bukan hal yang mudah. Dibutuhkan komitmen, kerja sama, dan kepedulian dari banyak pihak. Karena itu, berdirinya SPPG ini patut disyukuri dan menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor,” ujar Khairul dalam sambutannya.
Khairul menegaskan bahwa keberadaan SPPG menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, yang merupakan amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat.
“BGN percaya, program ini hanya bisa berjalan efektif bila semua pihak bergerak bersama. Karena itu, kami sangat mengapresiasi dukungan Yayasan Kelas Mengajar Nusantara yang turut memperluas jangkauan penerima manfaat,” tambahnya.
Jaga Kualitas dan Keamanan Pangan
Dalam kesempatan yang sama, Khairul juga mengingatkan pentingnya penerapan standar keamanan pangan di setiap SPPG. Ia mengapresiasi langkah pengelola yang menempatkan tenaga profesional sebagai kepala koki, guna memastikan kualitas gizi dan kelayakan makanan yang disajikan.
“Kami berpesan kepada seluruh kepala SPPG dan relawan untuk selalu menjaga kualitas bahan pangan, kebersihan alat masak, serta memastikan standar keamanan tinggi dalam setiap proses penyajian. Prinsip zero accident harus menjadi komitmen utama di seluruh SPPG di Indonesia,” tegasnya.
Menutup sambutan, Khairul menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan dapur tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Yayasan Kelas Mengajar Nusantara atas dedikasi dan kerja kerasnya. Semoga semangat ini terus berlanjut untuk mendukung pemerataan gizi nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.[zul]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.