Fakta Nasional

Deretan Kontroversi Dadan Hindayana Sebelum Dicopot dari Jabatan Kepala BGN

FAKTANASIONAL.NET - Nama Dadan Hindayana kembali menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto memutuskan mengganti kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Sebelum pencopotan tersebut, sejumlah pernyataan dan kebijakan yang berkaitan de…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 03 June 2026 📖 1 menit
Deretan Kontroversi Dadan Hindayana Sebelum Dicopot dari Jabatan Kepala BGN
Dadan Hindayana menyatakan menghormati keputusan Presiden Prabowo yang mencopotnya dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena merupakan hak mutlak presiden./(instagram)

FAKTANASIONAL.NET - Nama Dadan Hindayana kembali menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto memutuskan mengganti kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebelum pencopotan tersebut, sejumlah pernyataan dan kebijakan yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat memicu perdebatan luas di masyarakat.

Berbagai isu yang mencuat mulai dari anjuran konsumsi susu dua liter per hari, pengawasan mutu makanan, hingga rencana perluasan program ke Arab Saudi.

Salah satu pernyataan yang ramai diperbincangkan disampaikan Dadan pada Mei 2025 di Bangkalan, Jawa Timur.

Saat itu ia mengaitkan konsumsi susu hingga dua liter per hari dengan pertumbuhan tinggi badan berdasarkan pengalaman keluarganya.

Pernyataan tersebut memunculkan kritik karena dianggap kurang mempertimbangkan kondisi ekonomi sebagian masyarakat.

Sorotan lain muncul dari pelaksanaan MBG, terutama setelah adanya laporan dugaan keracunan makanan di beberapa daerah.

Polemik bertambah ketika Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa lembaganya tidak terlibat langsung dalam pengawasan standar dapur dan makanan program tersebut.

Publik juga menyoroti pengadaan motor trail listrik yang disebut bernilai sekitar Rp42 juta hingga Rp56,8 juta per unit.

Selain itu, anggaran langganan konferensi daring sebesar Rp5,7 miliar untuk April–Desember 2026 turut menjadi bahan diskusi.

Dadan menjelaskan dana tersebut digunakan untuk sistem enterprise terpusat yang mendukung sekitar 5.000 pengguna aktif dan hingga 50.000 peserta.

Kontroversi lainnya muncul saat MBG tetap berjalan selama Ramadan 2025 serta ketika Dadan mengungkap rencana perluasan program ke sekolah-sekolah Indonesia di Jeddah, Arab Saudi.

Menurut berbagai laporan media, seluruh isu tersebut menjadi bahan perbincangan publik sebelum akhirnya terjadi pergantian pimpinan BGN pada Juni 2026.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK