Fakta Nasional

Di Dalam Lapas Ternyata Ferdy Sambo Menjadi Prajurit Kristus

FAKTANASIONAL.NET - Kalian pasti tahu siapa Ferdy Sambo. Tak perlu saya jelaskan lagi kasusnya. Saat Lapas Cibinong digerebek Ombudsman, ada kamar rasa hotel mewah. Banyak menyebut Sambo salah satu penghuninya. Ternyata, mantan jenderal polisi yang…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 10 October 2026 📖 2 menit
Di Dalam Lapas Ternyata Ferdy Sambo Menjadi Prajurit Kristus
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kalian pasti tahu siapa Ferdy Sambo. Tak perlu saya jelaskan lagi kasusnya. Saat Lapas Cibinong digerebek Ombudsman, ada kamar rasa hotel mewah. Banyak menyebut Sambo salah satu penghuninya. Ternyata, mantan jenderal polisi yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup itu menjadi“Prajurit Kristus”. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Dulu, namanya identik dengan perkara pembunuhan mengguncang Indonesia. Kini, ia muncul dalam suasana religius, mengangkat tangan memuji Tuhan. Publik pun bertanya-tanya, apakah ini perjalanan pertobatan seorang manusia, atau sekadar babak baru kehidupan seorang terpidana?

Kisahnya semakin dramatis setelah isu penjara mewah di Lapas Cibinong ramai diperbincangkan. Beredar dugaan adanya fasilitas menyerupai hotel, lengkap dengan televisi, kulkas, AC, bahkan kabar tentang rencana pembangunan gym dan lapangan golf mini. Kalau semua itu benar, penjara bisa-bisa berubah menjadi resor, sementara kebebasan menjadi satu-satunya fasilitas tidak tersedia!

Namun, pihak berwenang membantah Sambo menikmati fasilitas mewah tersebut. Ia disebut tinggal di sel biasa bersama narapidana lain. Hasil pemeriksaan menunjukkan bangunan dicurigai sebagai kamar mewah ternyata merupakan kantor pendeta, tempat berganti pakaian dan beristirahat.

Ketika anggota Komisi XIII DPR RI Tonny Tesar berkunjung, Sambo sendiri menunjukkan ruangan tersebut. Mengenakan kaus biru bertuliskan “Prajurit Kristus” di punggungnya. Ia tampak sehat, bugar, dan santai. Padahal, ia dilaporkan pernah mengalami tekanan darah mencapai 180 mmHg akibat stres dan kurang tidur, meski mengaku baik-baik saja.

Menurut penjelasannya, ruangan itu hanya berisi meja, kursi, dan satu unit AC. Saksi di lokasi juga menyatakan, tempat tersebut merupakan kantor pendeta, bukan kamar pribadi narapidana. Jadi, drama kamar hotel berbintang itu belum terbukti. Jangan sampai meja dan kursi ikut terseret perkara hanya karena salah alamat!

Sebelum menunjukkan ruangan, Sambo bersama anggota dewan mengikuti ibadah di Gereja Oikumene Terang Dunia dalam kompleks lapas. Sekitar 54 jemaat mengikuti kegiatan tersebut. Sambo disebut aktif memimpin doa dan berkhotbah. Ia juga sedang menempuh pendidikan magister teologi secara daring.

Di sinilah kontras kehidupan terasa begitu tajam. Seorang mantan jenderal terjerat perkara pembunuhan berencana kini memperdalam ilmu agama di balik jeruji. Kausnya menyebut dirinya prajurit Kristus. Sementara masa lalunya menjadi pengingat betapa manusia bisa terperosok jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

Namun, pertobatan tidak bisa diukur dari tulisan di punggung, lantangnya doa, atau indahnya khotbah. Ketulusan adalah urusan batin. Sedangkan pertanggungjawaban tetap menjadi urusan hukum. Agama membuka pintu perbaikan diri, bukan tombol ajaib untuk menghapus kesalahan.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memeriksa 90 orang, terdiri atas 55 narapidana dan 35 pegawai, termasuk Sambo. Lima pejabat Lapas Cibinong diberhentikan sementara. Publik berhak menuntut pemeriksaan transparan agar kebenaran tidak tenggelam dalam drama.

Hukuman seumur hidup pada prinsipnya dijalani sepanjang hidup terpidana. Soal remisi, grasi, dan peninjauan kembali harus merujuk ketentuan hukum yang berlaku; grasi merupakan kewenangan Presiden, sedangkan PK wajib memenuhi syarat hukum.

Akhirnya, kisah “Prajurit Kristus” di balik terali besi menyisakan pertanyaan mendalam, mampukah manusia benar-benar berubah? Kita tidak berhak menghakimi isi hati seseorang, tetapi juga tidak boleh melupakan keadilan bagi korban.

Sebab, doa boleh berkumandang di dalam penjara, harapan boleh tumbuh di balik jeruji, tetapi keadilan tidak boleh ikut dipenjara. Jika pertobatan adalah perjalanan menuju cahaya, biarlah waktu dan perbuatan membuktikan apakah cahaya itu benar-benar menyala.

Oleh: Rosadi Jamani

Sumber: FB @Rosadi Jamani


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK