Di Luar Ekspektasi, BI Tahan Suku Bunga di 4,75% Saham Bank Raksasa Berguguran
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Saham-saham emiten perbankan di Indonesia terpantau kompak melemah pada sesi perdagangan kedua, Rabu (22/10/2025). Pelemahan ini terjadi setelah beberapa hari terakhir sektor ini cenderung mencatatkan penguatan. Langkah…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Saham-saham emiten perbankan di Indonesia terpantau kompak melemah pada sesi perdagangan kedua, Rabu (22/10/2025). Pelemahan ini terjadi setelah beberapa hari terakhir sektor ini cenderung mencatatkan penguatan.
Langkah Bank Indonesia (BI) yang memutuskan menahan suku bunga acuan menjadi sentimen utama yang membebani kinerja saham perbankan. Keputusan ini diambil di luar ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga.
Hingga pukul 15.00 WIB, tiga dari empat bank raksasa mencatatkan koreksi. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin pelemahan, dengan turun 2,65% ke level Rp 8.250 per saham.
BBRI dan BMRI Ikut Melemah
Pelemahan BBCA diikuti oleh saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang terkoreksi 1,02% ke posisi Rp 3.720 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga melemah tipis 0,23% ke Rp 4.340 per saham.
Hanya saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang berhasil pulih dan berbalik ke zona hijau. BBNI tercatat naik 1,23% ke Rp 4.050, setelah sempat ikut memerah saat pengumuman BI. Bank-bank besar lainnya seperti BBTN, BRIS, dan BNGA juga kompak terkoreksi.
Konsensus Pasar Meleset
Bank Indonesia secara resmi mengumumkan mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate pada level 4,75% pada Oktober 2025. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo usai Rapat Dewan Gubernur (RDG), Rabu (22/10/2025).
"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate 4,75%," kata Perry. Suku bunga Deposit Facility juga ditahan di 3,75% dan Lending Facility di 5,50%.
Keputusan ini meleset dari ekspektasi pasar. Berdasarkan hasil konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 13 lembaga, mayoritas analis (sembilan lembaga) memproyeksikan BI akan kembali menurunkan suku bunga acuan ke level 4,50%. Hanya empat institusi yang memperkirakan BI akan menahan suku bunganya.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.