Fakta Nasional

Diakui FAO: Indonesia Jadi Produsen Beras Terbesar di Asia Tenggara dan Peringkat Ke-4 Dunia

FAKTANASIONAL.ENT — Sektor pertanian Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) secara resmi memberikan pengakuan kepada Indonesia sebagai negara produsen beras terbesar di k…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 22 June 2026 📖 2 menit
Diakui FAO: Indonesia Jadi Produsen Beras Terbesar di Asia Tenggara dan Peringkat Ke-4 Dunia
Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) secara resmi menobatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan menempati peringkat ke-4 di dunia./Dok. Kementan

FAKTANASIONAL.ENT — Sektor pertanian Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional.

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) secara resmi memberikan pengakuan kepada Indonesia sebagai negara produsen beras terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Bukan hanya merajai ASEAN, dalam laporan berkala terbaru yang dirilis oleh FAO, Indonesia juga berhasil mengamankan posisi keempat sebagai produsen beras terbesar di dunia untuk estimasi periode 2025. Posisi Indonesia berada tepat di bawah tiga negara padat penduduk, yakni India, China, dan Bangladesh.

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyambut baik laporan tersebut.

Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata dari kinerja positif serta ketangguhan sektor perberasan nasional di tengah hantaman ketidakpastian tantangan pangan global.

“FAO kembali menempatkan Indonesia sebagai negara produsen beras tertinggi di Asia Tenggara dan juga menjadi yang tertinggi keempat dunia setelah India, China, dan Bangladesh,” ujar Mentan Amran Sulaiman dalam keterangan resminya, dikutip Senin (22/6/2026).

Baca Juga: Capai 77 Persen Target Pengadaan Beras, Tata Kelola Keuangan Bulog Dapat Apresiasi Tinggi dari BPK

Cetak Rekor Lonjakan Produksi Terbesar di Dunia

Berdasarkan analisis mendalam dari FAO, Indonesia memiliki keunggulan strategis yang sangat impresif.

Indonesia tercatat sebagai salah satu dari hanya dua negara di kelompok empat produsen terbesar dunia yang laju produksinya diproyeksikan tetap mencetak pertumbuhan positif. Negara lain yang mencatatkan pertumbuhan serupa adalah China.

Bahkan, jika membandingkan antara performa produksi periode 2025/2026 dengan periode sebelumnya (2024/2025), Indonesia diperkirakan akan mencatat kenaikan volume produksi terbesar di antara seluruh negara produsen utama dunia. Lonjakan produksi beras Indonesia diproyeksikan mampu menembus angka lebih dari 4 juta ton.

Pertumbuhan masif yang dicatatkan oleh Indonesia ini jauh melampaui performa negara-negara agraris raksasa lainnya di dunia, seperti:

  • India: Mencatatkan kenaikan sebesar 1,7 juta ton.

  • Brasil: Mencatatkan kenaikan sebesar 1,5 juta ton.

  • Bangladesh: Mencatatkan kenaikan sebesar 1,1 juta ton.

Amran menilai bahwa lonjakan angka ini menjadi indikator kuat bahwa berbagai program hilirisasi dan upaya peningkatan produktivitas pertanian yang diganjar pemerintah mulai membuahkan hasil yang signifikan di lapangan.

Jaga Stabilitas Domestik hingga Perkuat Cadangan Pangan Global

Selain mencatatkan rapor hijau pada volume produksi, pemantauan instansi PBB ini juga memberikan nilai plus pada tata kelola logistik Indonesia.

FAO mengapresiasi keberhasilan pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani bumi putra serta konsistensinya dalam mempertebal stok cadangan beras nasional.

Dalam laporan bertajuk Food Outlook edisi Juni 2026, FAO secara eksplisit menyebutkan bahwa keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan stok beras dalam negeri turut memberikan kontribusi besar bagi kestabilan dan ketersediaan cadangan pangan dunia.

Organisasi dunia tersebut memperkirakan total stok beras global pada akhir periode komoditas 2026/2027 dapat menyentuh angka kumulatif 213,8 juta ton. Angka fantastis tersebut digadang-gadang akan menjadi rekor stok pangan tertinggi kedua di dunia dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

Melalui tren positif yang terus terjaga ini, pemerintah optimistis dapat semakin memperkokoh pilar ketahanan pangan nasional secara mandiri, sekaligus menaikkan posisi tawar serta pengaruh diplomasi ekonomi Indonesia dalam peta geopolitik pangan dunia.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK