Fakta Nasional

Dibuka Menperin, 210 Peserta dari 14 Negara Meriahkan ILF Expo dan IGT Expo 2026

FAKTANASIONAL.NET – Krista Exhibitions Group secara resmi membuka Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026 dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran berskala internasional…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Mutia Seliana Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 06 August 2026 📖 3 menit
Dibuka Menperin, 210 Peserta dari 14 Negara Meriahkan ILF Expo dan IGT Expo 2026
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita saat menghadiri pembukaan ILF Expo dan IGT Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta/Fkn.

FAKTANASIONAL.NET – Krista Exhibitions Group secara resmi membuka Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026 dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Memasuki penyelenggaraan ke-19, pameran berskala internasional ini menjadi momentum penting bagi penguatan industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen nasional melalui kolaborasi, inovasi, serta perluasan pasar global.

Pembukaan pameran dilakukan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri manufaktur yang berdaya saing tinggi. Selama penyelenggaraan, ILF Expo dan IGT Expo menjadi wadah strategis yang mempertemukan produsen, distributor, investor, asosiasi, akademisi, hingga pelaku usaha dari berbagai negara.

CEO Krista Exhibitions Group, Daud D Salim mengungkapkan bahwa tahun ini, pameran diikuti 210 peserta, termasuk 50 pelaku UMKM, serta perusahaan dari 14 negara, yaitu Indonesia, China, Italia, Uni Emirat Arab, Pakistan, Spanyol, India, Bangladesh, Jerman, Taiwan, Hong Kong, Vietnam, Singapura, dan Korea Selatan.

"Kehadiran peserta internasional tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan dunia terhadap potensi industri manufaktur Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen di kawasan Asia," katanya dikutip, Kamis 6 Agustus 2026.

Berbagai inovasi, alnjut dia, ditampilkan selama pameran, mulai dari produk kulit dan alas kaki, tekstil, garmen, bahan baku, aksesori, hingga mesin produksi, teknologi otomasi, serta solusi manufaktur modern. Seluruh inovasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, kualitas produk, sekaligus mendorong penerapan industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Tidak hanya menjadi ajang pameran produk, ILF Expo dan IGT Expo 2026 juga menghadirkan berbagai forum diskusi dan seminar yang membahas isu-isu strategis industri. Transformasi digital, modernisasi proses produksi, penggunaan material berkelanjutan, hingga penguatan rantai pasok menjadi topik utama yang diangkat guna meningkatkan daya saing industri nasional di tengah persaingan global.

Salah satu agenda penting adalah Seminar Nasional Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) bertema "Membangun Industri TPT yang Kompetitif, Berkelanjutan, dan Menjadi Pemain Utama dalam Rantai Pasok Nasional dan Internasional."

"Seminar ini mempertemukan pemerintah, akademisi, asosiasi, dan pelaku industri untuk merumuskan strategi memperkuat sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) melalui inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan rantai pasok yang lebih kuat," ungkap Daud.

Sementara itu, ILF–IGT Manufacturing Forum 2026 mengangkat tema "Jaya di Pasar Domestik, Unggul di Pasar Global." Forum yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group bersama APRISINDO tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari revitalisasi industri padat karya, peningkatan investasi manufaktur, pemberdayaan UMKM dan IKM, hingga pemanfaatan peluang perdagangan melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) untuk memperluas akses ekspor produk Indonesia.

Suasana pameran semakin semarak dengan penyelenggaraan The Fashion Show yang menampilkan karya-karya terbaru dari industri kulit, alas kaki, tekstil, dan fesyen nasional. Selain itu, program Networking Cocktail Dinner menjadi bagian penting dari Business Matching yang mempertemukan peserta pameran dengan buyer, investor, asosiasi, dan mitra industri dari dalam maupun luar negeri.

Networking tersebut melibatkan berbagai asosiasi nasional seperti APRISINDO (Asosiasi Persepatuan Indonesia), APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), APPMI (Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia), APKI (Asosiasi Pertekstilan Indonesia), serta APGAI (Asosiasi Pemasok Garment dan Aksesoris Indonesia). Kehadiran buyer internasional diharapkan mampu membuka peluang transaksi bisnis, investasi, dan kemitraan jangka panjang bagi pelaku industri nasional.

Melalui penyelenggaraan ILF Expo dan IGT Expo 2026, Krista Exhibitions Group berharap tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, investor, dan mitra internasional dalam mempercepat adopsi teknologi, meningkatkan investasi, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat daya saing industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen Indonesia di pasar global.

"ILF Expo dan IGT Expo 2026 menjadi kesempatan bagi pelaku industri untuk menemukan inovasi, teknologi, dan peluang bisnis terbaru dalam mendukung kemajuan manufaktur Indonesia menuju pasar internasional," pungkas Daud.[sel]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK