Dicecar KPK 4 Jam Soal Korupsi Bea Cukai, Jawaban Bos Tembakau Haji Her Bikin Geleng Kepala!
FAKTANASIONAL.NET - Pengusaha tembakau tersohor asal pulau Madura, Jawa Timur, H Khairul Umam alias Haji Her, baru saja usai menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diperiksa selama lebih kurang empat jam…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Pengusaha tembakau tersohor asal pulau Madura, Jawa Timur, H Khairul Umam alias Haji Her, baru saja usai menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia diperiksa selama lebih kurang empat jam lamanya sebagai saksi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi yang membelit lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Pernyataannya seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Kamis, 9 April 2026, memantik perhatian publik karena gaya bicaranya yang ceplas-ceplos.
Haji Her mengaku dicecar berbagai pertanyaan oleh penyidik, terutama terkait hubungannya dengan para tersangka yang telah ditahan KPK sejak operasi Februari 2026 lalu. Dengan gaya khasnya, ia membantah keras mengenal deretan oknum tersebut.
"Ya dikonfirmasi saja, ditanya persoalan kenal nggak dengan tersangka-tersangka itu, ya saya jawab tidak kenal," tuturnya di hadapan wartawan, Kamis sore, 9 April 2026.
Menariknya, ketika dikonfirmasi soal dirinya yang menginap di hotel mewah Grand Hyatt selama masa pemeriksaan, Haji Her merespons dengan penuh percaya diri.
"Wah, hotel mahal itu? Iya, saya kan banyak uang," sahutnya enteng. Ia juga menampik tudingan mengenai keterlibatannya dalam pusaran manipulasi pita cukai yang menjadi inti masalah.
Dalam kesempatan yang sama, pengusaha nyentrik ini tak lupa memberikan klarifikasi tegas perihal isu yang menyebut dirinya sempat mangkir dari panggilan lembaga antirasuah tersebut.
Haji Her meluruskan bahwa surat panggilan dari KPK tiba di kantornya pada tanggal 1 sore, saat dirinya tengah berada di luar kota.
Ia baru secara fisik menerima dokumen panggilan pada tanggal 4. Oleh karena itu, ia membantah keras narasi melarikan diri. Sebaliknya, kehadirannya di markas KPK merupakan inisiatif pribadinya demi bersikap kooperatif usai KPK menyita miliaran rupiah terkait kasus suap impor sejak Desember 2025.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.