Fakta Nasional

Didominasi Bencana Hidrometeorologi Basah, BNPB Rilis Data Banjir Sumbawa hingga Longsor Wonosobo

FAKTANASIONAL.NET , NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rangkuman peristiwa kebencanaan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode akhir pekan ini. Berdasarkan laporan yang dihimpun mulai Sabtu (7/2) pukul 07…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: admin Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 09 February 2026 📖 2 menit
Didominasi Bencana Hidrometeorologi Basah, BNPB Rilis Data Banjir Sumbawa hingga Longsor Wonosobo
(Dok. Faktakalbar.id)

FAKTANASIONAL.NET, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rangkuman peristiwa kebencanaan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode akhir pekan ini.

Berdasarkan laporan yang dihimpun mulai Sabtu (7/2) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (8/2) pukul 07.00 WIB, kejadian alam di tanah air didominasi oleh Bencana Hidrometeorologi Basah.

Rentetan peristiwa ini mencakup banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang yang melanda beberapa provinsi, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Barat.

Peristiwa yang menelan korban jiwa dilaporkan terjadi di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah.

Hujan dengan intensitas tinggi pada Sabtu (7/2) sore memicu tanah longsor di Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono. Material longsor menimpa permukiman warga dan mengakibatkan fatalitas.

Baca Juga: Melalui OMC, BNPB Harapkan Curah Hujan Tidak Lebat Hingga Ekstrem

Data BNPB mencatat satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka ringan akibat tertimbun material longsor dalam insiden tersebut.

Sementara itu, dampak masif dirasakan di wilayah timur Indonesia. Banjir bandang menerjang Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (7/2).

Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras dengan durasi panjang yang mengguyur wilayah tersebut.

Bencana ini meluas hingga ke sepuluh desa di Kecamatan Empang. Berdasarkan pendataan sementara, banjir bandang berdampak pada 4.572 warga dan merendam sedikitnya 1.143 unit rumah.

Hingga laporan ini diturunkan, BPBD Kabupaten Sumbawa masih terus melakukan kaji cepat dan pemantauan intensif di lokasi terdampak.

Selain banjir dan longsor, angin kencang juga melanda dua wilayah di Pulau Jawa. Di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, angin kencang pada Jumat (6/2) sore menyebabkan 18 unit rumah warga rusak dan berdampak pada 18 kepala keluarga. Penanganan telah dilakukan dan kondisi kini kondusif.

Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Sabtu (7/2) sore. Angin kencang merusak delapan unit rumah warga di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, dan berdampak pada 45 jiwa.

Menyikapi rentetan kejadian ini, BNPB mengingatkan bahwa Indonesia masih berada dalam fase musim penghujan yang rawan memicu Bencana Hidrometeorologi Basah.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di zona rawan.

“Mengingat saat ini masih berada dalam musim penghujan, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dipicu oleh curah hujan tinggi,” tulis pernyataan resmi BNPB.
BNPB juga menyarankan langkah mitigasi mandiri. Warga diimbau rutin mengecek kondisi tebing dan lereng sekitar permukiman.
“Apabila ditemukan retakan atau tanda-tanda potensi longsor, segera laporkan kepada aparat setempat. Terus pantau perkembangan cuaca dan segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama,” lanjut imbauan tersebut.
Baca Juga: Strategi Canggih BMKG: Mengendalikan Hujan untuk Cegah Banjir Jakarta

(*Red)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK