Dihadiri Menkes Gunadi Sadikin dan Puluhan Ahli Onkologi Nasional, BOSS 2026 Tandai Kiprah Satu Tahun SWICC
FAKTANASIONAK.NET - Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC) merayakan satu tahun perjalanannya sebagai pusat layanan kanker terpadu dengan menyelenggarakan Bogor Oncology Summit SWICC (BOSS) 2026 di Ballroom Aston Sentul Lake Resort, Sen…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAK.NET - Suherman Widyatomo Integrated Cancer Center (SWICC) merayakan satu tahun perjalanannya sebagai pusat layanan kanker terpadu dengan menyelenggarakan Bogor Oncology Summit SWICC (BOSS) 2026 di Ballroom Aston Sentul Lake Resort, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/8/2026).
Presiden Director Sentrea Medika Hospital Group, Dr.dr. Eddy Seuharso, S.H, M Kes mengungkapkan bahwa Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat edukasi, kolaborasi, serta peningkatan kompetensi tenaga medis dalam penanganan kanker di Indonesia.
"SWICC merupakan pusat layanan kanker pertama yang melayani wilayah Bogor Raya, Ciawi, Sukabumi, hingga Depok," katanya.
Kehadiran SWICC, lanjut Eddy, bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan onkologi yang komprehensif, modern, dan berkualitas melalui sistem pelayanan yang terintegrasi, mulai dari edukasi dan pencegahan, deteksi dini, diagnosis, pengobatan, hingga pendampingan pasien.
"Keberadaan layanan kanker yang mudah diakses menjadi semakin penting mengingat kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesi," ujarnya.
Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GCO) 2024, terdapat 1.130.213 penderita kanker di Indonesia, dengan 474.083 kasus baru dan 283.299 angka kematian. Tingginya angka tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan, deteksi dini, serta akses terhadap layanan skrining kanker.
Lebih lanjut Eddy memaparkan bahwa dalam rangka memperingati hari jadinya yang pertama pada 14 Juli 2026, Sentra Medika Hospital Group bersama SWICC menggelar Bogor Oncology Summit SWICC (BOSS) 2026, sebuah simposium onkologi berskala nasional yang menjadi wadah berbagi ilmu pengetahuan, penguatan jejaring profesional, serta pengembangan kompetensi tenaga kesehatan di bidang onkologi.
Acara ini menghadirkan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin sebagai keynote speaker. Selain itu, sejumlah pakar onkologi nasional turut menjadi pembicara utama, di antaranya Dr. dr. M. Yadi Permana, Sp.B(K)Onk, Dr. dr. Andhika Rachman, Sp.PD-KHOM, FINASIM, dan Dr. dr. Angela Giselvania, Sp.Onk.Rad(K).
Forum ilmiah tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dr. Venita Eng dari Bali, Prof. dr. Linda W.A. Rotty, Sp.PD-KHOM dari Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, serta dr. Trinugroho Heri Fadjari, Sp.PD-KHOM dari Bandung.
Lebih dari 30 dokter onkologi berpengalaman berpartisipasi sebagai pembicara dalam rangkaian scientific symposium yang membahas berbagai perkembangan terkini dalam penanganan kanker. Topik yang diangkat meliputi kanker hati, rongga mulut, limfoma, kolorektal, serviks, paru, payudara, leukemia, kegawatdaruratan onkologi, hingga palliative care dan pain management.
"BOSS 2026 juga menghadirkan Breast Cancer Pre-Workshop dan Breast Cancer Diagnostic Workshop yang berfokus pada inovasi deteksi dini serta peningkatan keterampilan diagnostik kanker payudara bagi tenaga medis," terang Eddy.
Sementara itu, Ketua Panitia BOSS 2026, dr. Ronaningtyas Maharani MARS mengungkapkan bahwa sebelum penyelenggaraan BOSS 2026, SWICC telah lebih dahulu menggelar berbagai kegiatan Cancer Awareness melalui kampanye “Stronger in Awareness, Together in Detection”.
"Melalui program tersebut, SWICC memberikan 500 layanan skrining kanker gratis bagi masyarakat, meliputi skrining kanker payudara, serviks, hati, kolorektal, dan prostat," terangnya.
Program edukasi lainnya, terang dia, juga dilakukan melalui Webinar Nasional Case Sharing Onco Series serta seminar bertajuk “Lindungi Diri dari Kanker Serviks & Payudara untuk Perempuan Indonesia Sehat”. Berbagai kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini agar kanker dapat ditemukan lebih cepat dan ditangani secara lebih efektif.
Sedangkan Managing Director Sentra Medika Hospital Group, dr. Fransisca Mayer Sp.A, MARS mengungkapkan bahwa SWICC sebagai pusat layanan kanker terpadu mengusung konsep One Stop Cancer Care. Konsep ini memungkinkan pasien mendapatkan layanan yang terintegrasi dalam satu lokasi, mulai dari edukasi, skrining, diagnosis, perencanaan terapi, pengobatan, hingga pemantauan lanjutan.
"Melalui kolaborasi tim dokter multidisiplin, setiap pasien memperoleh rencana terapi yang dipersonalisasi sesuai jenis kanker, stadium penyakit, serta kondisi klinis masing-masing," katanya.
Layanan diagnostik yang tersedia di SWICC meliputi CT Scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI), Ultrasonografi (USG), Mammografi, FibroScan, Laboratorium Patologi Anatomi (PA), pemeriksaan Imunohistokimia (IHK), hingga skrining kanker berbasis gen dan DNA untuk mendukung diagnosis yang lebih cepat dan akurat.
Sementara itu, layanan terapinya mencakup bedah onkologi, kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, serta targeted therapy yang disesuaikan dengan kebutuhan klinis pasien. Untuk mendukung efektivitas pengobatan, SWICC juga dilengkapi teknologi radioterapi modern seperti LINAC Elekta Harmony Pro, Brachytherapy Elekta Flexitron, dan CT-Simulator GE Discovery RT.
Melalui rangkaian peringatan satu tahun ini,ungkap Fransisca, SWICC menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat layanan kanker unggulan yang tidak hanya menghadirkan pelayanan medis berkualitas, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan serta deteksi dini kanker.
"Dengan dukungan berbagai pihak dan kolaborasi lintas sektor, SWICC optimistis dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kanker sekaligus memberikan harapan baru bagi pasien dan keluarga di Bogor Raya serta wilayah sekitarnya," pungkasnya.[sel]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.