Dilema Kredit UMKM: Alokasi Triliunan Rupiah Tapi Angka Kredit Macet Masih Menghantui
FAKTANASIONAL.NET - Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, membagikan perspektif baru mengenai tantangan dunia usaha di Indonesia. Meskipun alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM telah menembus angka Rp2.000 triliun pada tahun 2025, hal tersebut terny…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, membagikan perspektif baru mengenai tantangan dunia usaha di Indonesia.
Meskipun alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM telah menembus angka Rp2.000 triliun pada tahun 2025, hal tersebut ternyata belum menjadi jaminan kesuksesan para pelaku usaha.
Masalah justru sering muncul di sektor hilir, yakni kemampuan pasar dalam menyerap produk, dilansir pada 5 Maret 2026.
Menurut Maman, tingginya angka kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tidak bisa hanya disalahkan kepada pihak bank.
Masalah utama terjadi ketika pelaku UMKM gagal menjual produk mereka. Saat barang tidak laku, perputaran uang berhenti, dan kewajiban membayar cicilan pun terhambat. Inilah yang kemudian memicu efek domino hingga ke ranah sosial di tingkat rumah tangga pelaku usaha.
Pemerintah kini mulai mengalihkan fokus dari sekadar menyalurkan modal ke arah penguatan ekosistem usaha. Salah satu langkah yang diambil adalah mengatur biaya layanan di platform e-commerce agar margin keuntungan pelaku UMKM tidak habis tergerus biaya admin.
Tujuannya jelas: memastikan UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang berkelanjutan, bukan sekadar penerima kredit yang berakhir macet.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.