Fakta Nasional

Dilema Mundurnya Iman Brotoseno dan Nasib Siaran Piala Dunia 2026 di TVRI

JAKARTA, FAKTANASIONAL,NET - Dunia penyiaran nasional dikejutkan dengan pengunduran diri mendadak Iman Brotoseno dari jabatan Direktur Utama LPP TVRI. Alasan kesehatan menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut. Namun, langkah ini memicu kekha…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 26 February 2026 📖 1 menit
Dilema Mundurnya Iman Brotoseno dan Nasib Siaran Piala Dunia 2026 di TVRI
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto/(instagram)

JAKARTA, FAKTANASIONAL,NET - Dunia penyiaran nasional dikejutkan dengan pengunduran diri mendadak Iman Brotoseno dari jabatan Direktur Utama LPP TVRI. Alasan kesehatan menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut.

Namun, langkah ini memicu kekhawatiran besar di kalangan pecinta sepak bola tanah air, mengingat status TVRI sebagai pemegang hak siar resmi ajang bergengsi Piala Dunia 2026.

Koordinator Pecinta Bola Indonesia (PBI), Abdillah, secara terbuka meminta Presiden Prabowo untuk mempertimbangkan kembali pengunduran diri tersebut, dilansir pada 25 Februari 2026.

Menurutnya, keberhasilan TVRI mengamankan hak siar Piala Dunia tidak lepas dari peran strategis dan "tangan dingin" Iman Brotoseno.

Masyarakat berharap proses transisi kepemimpinan tidak mengganggu persiapan teknis siaran yang sangat dinantikan oleh warga di pelosok negeri.

Kekhawatiran utama yang muncul adalah potensi pembatalan atau kendala administratif terkait kontrak hak siar jika terjadi kekosongan kepemimpinan yang berlarut-larut.

PBI berharap Iman setidaknya dapat menyelesaikan masa tugasnya hingga perhelatan akbar sepak bola dunia tersebut usai. Kini, keputusan akhir berada di tangan pemerintah untuk memastikan stabilitas di tubuh TVRI tetap terjaga demi kepentingan publik yang lebih luas.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK