Fakta Nasional

Dinamika Harga Emas: Dari Rekor Tertinggi Hingga Penurunan Tajam

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas kembali menjadi perbincangan hangat di pasar global setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Pada perdagangan hari Kamis, 3 April 2025, harga emas di pasar spot tercatat mencapai US$3.167,57 per…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 04 April 2025 📖 2 menit
Dinamika Harga Emas: Dari Rekor Tertinggi Hingga Penurunan Tajam
Dinamika Harga Emas: Dari Rekor Tertinggi Hingga Penurunan Tajam/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas kembali menjadi perbincangan hangat di pasar global setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Pada perdagangan hari Kamis, 3 April 2025, harga emas di pasar spot tercatat mencapai US$3.167,57 per troy ons sebelum mengalami penurunan tajam hingga turun sebesar 0,66% ke level US$3.112,83.

Aksi penjualan besar-besaran terjadi karena para pelaku pasar mulai mengambil untung dan menutup posisi margin call di kelas aset lain, yang mendorong investor untuk menjual sebagian kepemilikan emas.

Beberapa faktor fundamental turut mempengaruhi pergerakan harga emas.

Tarif impor yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi salah satu penyebab utama yang mengguncang kepercayaan para pedagang emas.

Penurunan harga emas tidak hanya terlihat di perdagangan intraday yang sempat menyentuh level terendah di US$3.053,87, tetapi juga terus berlanjut dengan penurunan kecil pada perdagangan hari Jumat, 4 April 2025, hingga mencapai US$3.112,70 per troy ons.

Para analis pasar mengindikasikan bahwa aksi penjualan ini merupakan bagian dari strategi deleveraging, di mana investor menjual posisi yang menguntungkan untuk menutupi kerugian di aset lain.

Meskipun terjadi penurunan, banyak pihak tetap melihat emas sebagai aset safe haven.

Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam di Zaner Metals, menegaskan bahwa dalam jangka panjang, emas akan terus menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan dari fluktuasi pasar.

Selain itu, para bank sentral diperkirakan akan terus melakukan pembelian emas guna mendiversifikasi cadangan mereka dari ketergantungan pada dolar AS.

David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, menyebut bahwa pergerakan harga emas saat ini hanyalah retracement dalam tren menyamping menuju level yang lebih tinggi.

Meski demikian, para analis memperingatkan bahwa campuran faktor pasar fisik dan finansial dapat menekan harga emas pada akhir tahun 2025. HSBC memperkirakan rata-rata harga emas akan mendekati US$3.015 per troy ons, sehingga strategi investasi harus disesuaikan dengan dinamika pasar yang terus berubah.

Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan global serta kebijakan perdagangan yang dapat mempengaruhi pasar emas.[dit]

**


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK