Dinamika Pasar Modal 2026: IHSG Tertekan di Tengah Lonjakan AUM Reksa Dana
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pasar modal Indonesia mengawali bulan Februari 2026 dengan fluktuasi yang cukup tajam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi dalam seiring dengan aksi jual bersih investor asing yang mencapai angka triliun…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pasar modal Indonesia mengawali bulan Februari 2026 dengan fluktuasi yang cukup tajam.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi dalam seiring dengan aksi jual bersih investor asing yang mencapai angka triliunan rupiah.
Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat fenomena menarik di mana likuiditas pasar tetap tinggi dan minat masyarakat terhadap instrumen reksa dana justru menunjukkan tren positif.
Anggota Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa IHSG berada di level 7.935 pada awal Februari, mencerminkan penurunan yang cukup signifikan secara tahunan (year-to-date).
Aksi jual asing yang masif menjadi salah satu pemicu utama tekanan pada indeks. Namun, tingginya rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) yang mencapai Rp32,88 triliun menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia tetap sangat aktif dan memiliki daya serap likuiditas yang baik.
Di balik koreksi saham, industri pengelolaan investasi justru mencatat rekor dengan total dana kelolaan (AUM) menembus Rp 1.089,64 triliun. Pertumbuhan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana membuktikan bahwa investor domestik semakin dewasa dalam menghadapi volatilitas pasar.
OJK mengimbau para investor, terutama ritel, untuk tetap tenang dan rasional. Fokus pada investasi jangka panjang dianggap jauh lebih menguntungkan daripada bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi harian yang bersifat sementara.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.