Dirjen PAS Tegaskan Anggaran CCTV Lapas dan Rutan Belum Tersedia pada 2026
FAKTANASIONAL.NET - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Mashudi menegaskan belum tersedia anggaran untuk memasang kamera CCTV di seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Indonesia. Pern…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Mashudi menegaskan belum tersedia anggaran untuk memasang kamera CCTV di seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Mashudi saat rapat bersama Komisi XIII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026). Pembahasan CCTV mencuat setelah anggota Komisi XIII DPR Fraksi PKB Prana Putra Sohe menyoroti temuan rumah berfasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat.
Dikutip dari Kompas.com, Prana mengingatkan Mashudi bahwa penggunaan teknologi untuk memperkuat pengawasan pemasyarakatan telah disampaikannya sejak setahun lalu.
“Padahal saya selalu menyampaikan ini setahun yang lalu terhadap Bapak. Bapak mesti ingat, teknologi, teknologi selalu saya sampaikan,” ujar Prana.
Menurut Prana, temuan di Cibinong perlu menjadi momentum untuk membenahi sistem pemasyarakatan secara menyeluruh. Ia juga menyebut persoalan serupa tidak hanya terjadi di Cibinong.
Prana meminta Ditjen Pemasyarakatan memperkuat teknologi, sistem keamanan, kepegawaian, hingga pelayanan. Ia juga mendorong agar pengadaan diarahkan pada kebutuhan yang mendukung pengawasan.
“Jadi ini harus diubah, Pak Dirjen. Ya, jangan uangnya untuk pengadaan-pengadaan hal yang kurang bermanfaat. Tapi kalau Bapak sentuh teknologi, insya Allah, Pak. Coba kita lihat PT Kereta Api. Dulu gimana PT Kereta Api. Sekarang hebat luar biasa. Masa Pemasyarakatan tidak bisa?” tukasnya.
Prana sebelumnya menyebut fasilitas mewah juga ditemukan di lapas lain dan meminta dilakukan pembenahan menyeluruh.
Mashudi menjelaskan Ditjen Pemasyarakatan memiliki keinginan memasang peralatan elektronik, termasuk CCTV, di lapas dan rutan. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala pada 2026.
“Namun sampai tahun ini, secara jujur, kami bukan mengeles, bukan apa ya, tahun 2026 memang anggaran tidak ada. Kita mau rencanakan mau kita pasang semuanya,” kata Mashudi.
Ia mengatakan sejumlah kepala lapas dan rutan bahkan berupaya memasang jaringan CCTV dengan kemampuan yang tersedia.
“Tapi kami tidak mengeles apa pun bentuknya. Kami daripada masing-masing kalapas berupaya, ya kan, berupaya untuk membangun bagaimana jaringan CCTV yang ada di lapas dan rutan,” ucap Mashudi.
Mashudi juga menyampaikan rencana membangun sentral command center. Namun, ia kembali menegaskan keterbatasan anggaran 2026 menjadi hambatan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.