Doa Menag Nasaruddin Umar di HUT ke-81 RI Disorot, Warganet Pertanyakan Redaksinya
FAKTANASIONAL.NET - Doa yang dibacakan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026), menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet menilai mat…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Doa yang dibacakan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026), menjadi perbincangan di media sosial.
Sejumlah warganet menilai materi doa tersebut tidak sepenuhnya hadir sebagai doa dalam pengertian yang lazim, melainkan dinilai turut memuat penyampaian capaian program pemerintah serta penguatan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Dikutip dari sumber media)
Perdebatan semakin berkembang ketika publik menyoroti sejumlah pilihan kata dalam doa. Salah satu bagian yang ramai dibahas berbunyi, “Seandainya hari ini hanya Engkau akan menerima satu do'a, maka kabulkanlah do'a pemimpin negeri kami...”
Kalimat tersebut dinilai sebagian netizen kurang lazim dan dianggap problematis dari sisi teologis.
Kritik terutama diarahkan pada kesan bahwa redaksi itu seolah menempatkan manusia dalam posisi menentukan atau mengarahkan kehendak Tuhan.
Selain redaksi, substansi doa juga menjadi bahan perdebatan. Sejumlah tanggapan di media sosial menyebut doa dalam upacara kenegaraan semestinya lebih banyak membawa harapan bagi seluruh rakyat, mulai dari keselamatan, persatuan, kesejahteraan hingga keberkahan bagi Indonesia.
Doa tersebut juga dinilai dapat menjadi ruang untuk memohon agar pemerintah mampu mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melindungi kelompok rentan, serta memberi perhatian kepada warga yang terdampak bencana di berbagai daerah.
Bagi sebagian masyarakat, doa dalam momentum kemerdekaan seharusnya tidak terlalu diarahkan pada penegasan keberhasilan pemerintah.
Berikut sebagian komentar netizen:
evanrisa
“Selamat merdeka para pejabat 😂😂😂😂😂”
dovysiregar17:
“Negara merdeka 81 tahun, tapi hutan gundul, sungai keruh, jalan² mudah rusak, jembatan mudah roboh.”
tribuana_imanuel_tarigan:
“Berdoa untuk TEMAN-TEMAN NTT, SISWA BERASTAGI YANG KERANCUAN DAN TEMAN-TEMAN ACEH”
bambanglistiobudi:
“Preeettt... merdeka bagi pejabat yang bermewah mewahan dari hasil pajak rakyat susah..... 👎”
Momentum sakral tersebut dinilai lebih tepat menjadi ruang refleksi bersama mengenai perjalanan bangsa sekaligus permohonan agar Indonesia tumbuh sebagai negara yang adil, aman, sejahtera, dan mendapat keberkahan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.