Dolar AS Melonjak, Harga Emas Dunia Terkoreksi Lebih dari 1 Persen
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas dunia di bursa COMEX New York mengalami tekanan jual signifikan, merosot lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Selasa (4/11/2025) waktu setempat. Pelemahan ini didorong oleh penguatan tajam Indeks Dol…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas dunia di bursa COMEX New York mengalami tekanan jual signifikan, merosot lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Selasa (4/11/2025) waktu setempat. Pelemahan ini didorong oleh penguatan tajam Indeks Dolar AS (DXY) ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
Menguatnya Dolar AS membuat komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut, termasuk emas, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Akibatnya, permintaan terhadap logam mulia ini menurun.
Harga emas spot tercatat anjlok 1,5 persen dan ditutup di level 3.940,75 Dolar AS per ons. Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember melemah 1,3 persen, berada di posisi 3.960,50 Dolar AS per ons.
Investor Nantikan Data Ekonomi
Pasar saat ini berada dalam mode wait and see, menantikan rilis data ekonomi Amerika Serikat untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed. Namun, situasi government shutdown (penutupan sebagian pemerintahan) AS yang masih berlarut-larut telah menghentikan publikasi sejumlah data ekonomi resmi.
Akibatnya, investor terpaksa mengalihkan perhatian mereka ke data non-pemerintah, seperti laporan ketenagakerjaan nasional ADP yang dijadwalkan rilis pekan ini, untuk mengukur kesehatan ekonomi AS.
Koreksi Tajam dari Level Puncak
Meskipun harga emas telah meroket 53 persen sejak awal tahun, harga saat ini telah terkoreksi lebih dari 9 persen dari level rekor tertingginya yang dicapai pada 20 Oktober lalu. Pelemahan ini tidak hanya terjadi pada emas.
Harga logam mulia lainnya juga kompak berguguran. Perak spot turun 1,5 persen menjadi 47,32 Dolar AS per ons. Platinum menyusut 1,8 persen ke 1.538,05 Dolar AS, dan Paladium anjlok paling dalam sebesar 3,1 persen menjadi 1.400,30 Dolar AS per ons.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.