Dolar Tembus Rp18.100 dan Avtur Naik, Beban Operasional Travel Umrah Bengkak Jutaan Rupiah
FAKTANASIONAL.NET — Kombinasi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) mulai memberikan tekanan serius bagi industri biro perjalanan umrah dan haji di daerah. Kondisi pelik ini s…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Kombinasi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) mulai memberikan tekanan serius bagi industri biro perjalanan umrah dan haji di daerah.
Kondisi pelik ini salah satunya dirasakan oleh para pelaku usaha di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang terpaksa memutar otak akibat pembengkakan biaya operasional dalam beberapa pekan terakhir.
Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Rizky Amelia, mengungkapkan fluktuasi mata uang asing ini merombak total struktur komponen biaya ibadah ke Tanah Suci.
Baca Juga: Ironi Krisis Avtur 2026: Penerbangan Komersial Lumpuh, Penggunaan Jet Pribadi Malah Melonjak
"Dolar yang mestinya di kisaran Rp 16.800, hari ini melambung hingga Rp 18.100. Dari kenaikan kurs ini saja, selisih biaya per jemaah atau per pax sudah berkisar antara Rp 2,8 juta sampai Rp 3 juta," kata Amelia kepada wartawan, Senin (8/6/2026).
Selain faktor kurs, Amelia yang juga Direktur Utama PT Elaf Indonesia Tour and Travel ini menyebutkan kenaikan harga avtur nasional memperberat situasi.
Maskapai penerbangan pun berbondong-bondong melakukan penyesuaian harga tiket.
Beban ini terasa lebih berat di Jawa Timur karena mayoritas penerbangan dari Surabaya menggunakan sistem sewa langsung tanpa transit (direct flight).
Amelia merinci estimasi kenaikan biaya operasional dari beberapa maskapai, antara lain Lion Air naik berkisar Rp5 juta, Garuda Indonesia naik berkisar Rp7 juta, dan Saudi Airlines melonjak Rp7,5 juta hingga Rp8 juta.
Situasi ini membuat pengusaha tidak memiliki pilihan selain menaikkan harga paket kepada jemaah demi menjaga kelangsungan bisnis.
"Akibatnya penyesuaian harga tidak bisa dihindari. Di Elaf sendiri, kami terpaksa memberlakukan kenaikan harga paket menjadi Rp 4,9 juta dari harga normal," ungkap pengusaha asal Lamongan tersebut.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pemerintah Resmi Tanggung PPN Tiket Pesawat Selama 60 Hari
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.