Fakta Nasional

Dominasi Investor Berpendidikan SMA di Pasar Modal Indonesia

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Berdasarkan statistik terbaru dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Maret 2025, investor pasar modal dengan latar belakang pendidikan ijazah SMA menduduki posisi tertinggi, yaitu 47,96% dari 15,77 juta akun…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 26 April 2025 📖 1 menit
Dominasi Investor Berpendidikan SMA di Pasar Modal Indonesia
Investor/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Berdasarkan statistik terbaru dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Maret 2025, investor pasar modal dengan latar belakang pendidikan ijazah SMA menduduki posisi tertinggi, yaitu 47,96% dari 15,77 juta akun.

Angka ini naik 1,77% dibanding akhir 2024. Aset yang dikelola investor berpendidikan SMA mencapai Rp 153,32 triliun di platform C-Best dan Rp 25,86 triliun di S-Invest.

Data KSEI memperlihatkan distribusi pekerja di kalangan investor, dimana karyawan (pegawai negeri, swasta, guru) masih mendominasi dengan porsi 35,11%, diikuti pengusaha 19,17%, pelajar 21,49%, ibu rumah tangga 5,83%, dan profesi lain 17,86%.

Namun, jika dilihat dari total aset, pengusaha unggul tertinggi dengan Rp 528,81 triliun (C-Best) dan Rp 57,71 triliun (S-Invest).

Pekerja menyusul di posisi kedua, sedangkan pelajar dan ibu rumah tangga masing-masing mengelola aset triliunan rupiah.

Dari segi usia, mayoritas investor masih didominasi generasi muda di bawah 30 tahun (54,47%), kemudian usia 31–40 tahun (24,71%), 41–50 tahun (12,13%), 51–60 tahun (5,62%), dan di atas 60 tahun (2,97%).

Sementara itu, berdasarkan tingkat penghasilan, segmen Rp 10–100 juta per bulan terbesar (46,11%), diikuti di bawah Rp 10 juta (37,63%), Rp 100–500 juta (12,91%), dan di atas Rp 500 juta (3,36%).

Profil ini menunjukkan semakin inklusifnya pasar modal Indonesia, tak hanya didominasi kalangan berpendidikan tinggi atau berpenghasilan besar, namun juga berbagai lapisan masyarakat.

Ke depan, pelaku pasar dan regulator perlu meningkatkan edukasi serta akses teknologi agar penetrasi investasi lebih merata dan mendukung stabilitas pasar.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK