Fakta Nasional

Dongkrak Ekonomi Daerah, DEN Sebut 87 Persen Dapur Makan Bergizi Gratis Serap Pasokan UMKM

FAKTANASIONAL.NET — Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti efektif membentuk ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru di berbagai daerah. Berdasarkan data evaluasi, setidaknya 87 persen dapur…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 11 June 2026 📖 2 menit
Dongkrak Ekonomi Daerah, DEN Sebut 87 Persen Dapur Makan Bergizi Gratis Serap Pasokan UMKM
Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara aktivitas operasional dapur selama libur sekolah guna melakukan evaluasi fasilitas dan penerapan standarisasi baru mulai Rabu (17/6/2026)./net.
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti efektif membentuk ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru di berbagai daerah.

Berdasarkan data evaluasi, setidaknya 87 persen dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berhasil menyerap pasokan bahan baku dari pelaku usaha kecil di sekitarnya.

Anggota DEN, Septian Hario Seto, menjelaskan bahwa temuan tersebut diperoleh dari hasil survei independen yang dilakukan oleh pihaknya dan telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Survei dilakukan secara acak terhadap 800 titik SPPG untuk memetakan pembentukan rantai pasok (supply chain) baru selama program berjalan.

Guna mendapatkan gambaran yang representatif, lokasi sampel survei disebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia, termasuk Nias Selatan, Halmahera, hingga Papua.

"Survei MBG yang kami lakukan secara independen kami biayai sendiri terkait dengan terutama kami ingin melihat apakah ada ekosistem supply chain baru yang terbentuk ketika MBG ini dijalankan," ujar Seto dalam konferensi pers di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga: KPK Selidiki Komunikasi Eks Wamen Imipas Silmy Karim dengan Bos ‘Kampung Rusia’

Dorong Keterlibatan Pemasok Lokal

Seto membeberkan bahwa hasil kajian tersebut menunjukkan dampak yang sangat positif. Sekitar 86,9 persen SPPG tercatat tidak hanya bergantung pada satu mitra usaha kecil semata.

Secara rata-rata, setiap dapur pelayanan gizi mampu menggandeng setidaknya tiga UMKM lokal di sekitar wilayah operasional mereka.

Lebih lanjut, sekitar 65 persen dari total sektor UMKM yang menjadi pemasok kebutuhan MBG berada di daerah yang sama dengan lokasi SPPG tersebut.

Seto menilai data ini mematahkan kekhawatiran bahwa program jaminan gizi ini hanya akan menguntungkan distributor berskala besar.

"Jadi ini membuktikan bahwa program MBG ini selain tadi mencapai tujuan Bapak Presiden untuk perbaikan gizi dari anak-anak Indonesia, ini juga menciptakan ekosistem supply chain yang baru," terangnya.

Serap 99 Persen Tenaga Kerja Setempat

Selain dampak pada rantai pasok komoditas pangan, program kemitraan ini juga berdampak signifikan terhadap pembukaan lapangan kerja baru.

DEN mencatat hampir 99 persen tenaga kerja yang terserap di operasional SPPG merupakan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi dapur MBG tersebut.

Sinergi antara pemenuhan gizi, keterlibatan UMKM lokal, dan penyerapan tenaga kerja di tingkat akar rumput ini dinilai memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas ekonomi makro nasional.

"Jadi ini kami juga melihat ini juga menjadi salah satu pendorong kenapa kemarin pertumbuhan (ekonomi) kita mencapai 5,61 persen ya," pungkas Seto.

Baca Juga: Aturan Baru RUU Polri: Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK