Dony Oskaria: Pemerintah Prabowo Geser Paradigma ke "Fundamental Economic Growth", Bukan Sekadar Pertumbuhan Permukaan
FAKTANASIONAL.NET — Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah kini tengah melakukan pergeseran besar-besaran dengan…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah kini tengah melakukan pergeseran besar-besaran dengan meninggalkan pola pertumbuhan artifisial demi mengejar pertumbuhan ekonomi yang berbasis fundamental.
Dalam acara The Forum Investor Daily Quarter Review di Jakarta, Selasa (28/4/2026), Dony menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar transformasi biasa, melainkan sebuah restorasi menyeluruh terhadap tata kelola ekonomi negara.
“Karena namanya kita melakukan perubahan yang fundamental di dalam tata cara kita mengelola ekonomi, dari yang artificial menjadi fundamental,” ungkap Dony di hadapan para investor dan pelaku ekonomi.
Kemandirian di Tengah Ketidakpastian Global
Dony menjelaskan bahwa dinamika geopolitik dunia yang tidak menentu menjadi alasan kuat bagi Indonesia untuk memperkuat kedaulatan ekonomi.
Menurutnya, Indonesia harus memiliki fondasi yang kuat agar tidak terlalu bergantung pada negara lain, terutama dalam hal-hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Berdasarkan visi Presiden Prabowo, bangsa yang berkelanjutan harus ditopang oleh dua pilar besar: pertahanan dan ketahanan.
Dony merinci ketahanan tersebut ke dalam empat sektor krusial, yakni pangan, energi, sumber daya manusia, dan ekonomi. Keempat pilar ini menjadi jangkar untuk menjawab persoalan struktural seperti kemiskinan dan pelemahan kelas menengah.
“Inilah yang kemudian ingin diubah menjadi pertumbuhan ekonomi yang berbasis fundamental. Ekonomi yang tumbuh dari bawah, ekonomi yang kuat, yang dinikmati oleh semua orang,” ujar Dony menekankan pentingnya inklusivitas.
Restorasi Ekonomi Melalui Program Strategis
Dony mengakui bahwa pertumbuhan artifisial di masa lalu memang tampak kuat di permukaan, namun gagal menciptakan pemerataan yang sejati.
Oleh karena itu, pemerintah saat ini berfokus pada basis produksi nasional, kemandirian energi, serta optimalisasi investasi dalam negeri.
Ia menyadari bahwa perubahan struktural ini mungkin terasa berat dan sulit diterima oleh sebagian pihak dalam jangka pendek.
Namun, restorasi ini adalah harga mati untuk memperkokoh fondasi ekonomi jangka panjang.
Dony juga membedah alasan di balik berbagai program unggulan pemerintah saat ini—seperti pencetakan sawah, penguatan peran Bulog, penurunan harga pupuk, hilirisasi energi, program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga pembentukan Danantara.
Menurutnya, seluruh kebijakan tersebut saling berkelindan untuk satu tujuan besar.
"Semua itu diarahkan untuk memperkuat ketahanan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat," jelasnya.
Melalui forum tersebut, Dony berharap para pemangku kepentingan memiliki kesamaan persepsi mengenai agenda besar pemerintah.
Dengan perubahan paradigma ini, struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan tidak lagi rapuh, melainkan berakar kuat pada kapasitas nasional dan memberikan dampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.