Fakta Nasional

Dorong Efisiensi di Berbagai Komponen, DPR Berharap Biaya Haji 2025 Masih Bisa Turun

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Demokrat, Achmad, menyatakan bahwa biaya haji tahun 2025 masih memiliki peluang untuk diturunkan. Caranya adalah dengan mengefisienkan beberapa komponen biaya haji. "Beberapa komponen bi…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 03 January 2025 📖 1 menit
Dorong Efisiensi di Berbagai Komponen, DPR Berharap Biaya Haji 2025 Masih Bisa Turun
Kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (2/1/25)/dnl.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Demokrat, Achmad, menyatakan bahwa biaya haji tahun 2025 masih memiliki peluang untuk diturunkan. Caranya adalah dengan mengefisienkan beberapa komponen biaya haji.

"Beberapa komponen biaya masih bisa ditekan, terutama di sektor penerbangan," ujar Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (2/1/25).

"Garuda Indonesia merupakan maskapai milik pemerintah, sehingga Kementerian Agama bisa melakukan pendekatan agar biaya penerbangan yang sebelumnya mencapai Rp 34,3 juta dapat diturunkan. Ini penting karena komponen terbesar dalam Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) ada di penerbangan," tambahnya.

Achmad juga menyampaikan biaya makan bagi jemaah haji yang pada tahun 2024 mencapai SAR16,50 per porsi. Namun, dalam usulan biaya tahun 2025, angka tersebut diproyeksikan turun menjadi SAR15 per porsi.

Menurutnya banyak calon jemaah haji berasal dari kalangan petani yang harus menabung selama puluhan tahun demi bisa menunaikan ibadah haji. Oleh karena itu, DPR RI menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan sejak awal.

"Pengalaman kita menunjukkan banyak masalah yang seharusnya bisa dicegah, tetapi tetap terjadi akibat kurang sigap dan cermat dalam menangani persoalan haji. Harapan kami di tahun 2025, masalah seperti tahun 2024 tidak terulang kembali," ujar Achmad

Sementara itu Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief, mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1446 H/2025 M sebesar Rp 93.389.684 per jemaah.

Dari total biaya tersebut, komponen Bipih yang dibebankan langsung kepada jemaah mencapai 70% atau sekitar Rp 65.372.779, sedangkan 30% sisanya berasal dari nilai manfaat sebesar Rp 28.016.905.

"Komponen Bipih ini mencakup biaya penerbangan, akomodasi di Makkah dan Madinah, biaya hidup, serta paket layanan Masyair. Sementara layanan konsumsi dan sebagian lainnya dibiayai dari nilai manfaat," jelas Hilman.

Usulan biaya ini juga mempertimbangkan berbagai asumsi dasar, seperti nilai tukar rupiah sebesar Rp16 ribu per USD1, nilai tukar Rp 4.266 per SAR1, serta kuota haji yang diperkirakan mencapai 221 ribu jemaah.[dnl]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK