Fakta Nasional

DPR Dukung Wacana Pelarangan Game Roblox

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendukungan wacana pelarangan permainan digital, seperti Roblox, bagi anak-anak. Dukungan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. Menurut Lalu, game yang ba…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 12 August 2025 📖 2 menit
DPR Dukung Wacana Pelarangan Game Roblox
Game Roblox/net.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendukungan wacana pelarangan permainan digital, seperti Roblox, bagi anak-anak. Dukungan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani.

Menurut Lalu, game yang banyak diakses pelajar ini mengandung konten yang meresahkan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan anak.

Dia menyebut bahwa konten dalam gim Roblox sebagian besar dibuat oleh pengguna dan tidak melalui sistem penyaringan yang ketat. Hal ini membuat Roblox dinilai sangat berisiko untuk diakses anak-anak, terutama pada jenjang usia pendidikan dasar.

“Dan saya sepakat, anak-anak usia dini kan gampang banget menirukan apa yang mereka lihat. Kalau setiap hari yang dilihat paparan konten negatif, kita khawatir ya anak-anak merasa hal itu wajar untuk dilakukan juga,” kata Politisi Fraksi PKB dalam keterangannya dikutip, Senin (11/8/2025).

Ia juga menilai bahwa tingkat intelektual murid sekolah dasar belum sepenuhnya mampu membedakan antara adegan nyata dan rekayasa dalam permainan digital, sehingga paparan konten kekerasan dapat memengaruhi perilaku mereka.

“Apalagi konten dalam game Roblox sebagian besar dibuat oleh pengguna, yang artinya tidak ada sistem saringannya. Ini sangat membahayakan jadi memang lebih baik ditutup saja konten atau platform seperti Roblox ini,” imbuhnya.

Sebagai pimpinan Komisi X DPR yang membidangi urusan pendidikan, Lalu memandang bahwa fenomena digitalisasi merupakan tantangan serius yang perlu dihadapi secara komprehensif.

Anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi sasaran algoritma negatif yang dapat menyebabkan adiksi gawai, hoaks, cyberbullying, hingga manipulasi data pribadi.

"Mengajarkan anak untuk menggunakan perangkat lunak atau mengakses informasi bukan lagi cukup. Yang lebih mendesak adalah membekali mereka dengan kesadaran kritis terhadap algoritma, perlindungan privasi, hingga pemahaman kontekstual seputar etika berteknologi,” paparnya.

Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, Lalu menilai penting adanya pendidikan yang membangun daya tahan anak terhadap dampak negatif dunia digital.

Ia mengingatkan bahwa tidak semua hal yang populer dan mudah diakses di internet layak untuk dikonsumsi oleh anak-anak.

“Anak-anak harus memahami bahwa tidak semua yang viral itu benar, tidak semua yang gratis itu aman, dan tidak semua yang disukai algoritma itu layak diikuti," tutupnya.

Pelarangan Roblox bagi anak-anak ini diwacanakan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Hal ini lantas mendapatkan berbagai reaksi di masyarakat.

Pelarangan permainan Roblox awalnya didasari sebagai langkah antisipatif terhadap maraknya konten kekerasan dan visual yang tidak sesuai usia dalam game tersebut, yang dinilai berpotensi mengganggu perkembangan karakter dan moral anak-anak.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK