Fakta Nasional

Dramatis! Kejar-kejaran OTT KPK di Bengkulu Berlangsung Hingga Tengah Malam

FAKTANASIONAL.NET - Proses penangkapan para terduga koruptor di Rejang Lebong ternyata penuh dengan aksi dramatis. Tim penindakan KPK harus berjibaku melakukan pembuntutan sejak siang hari hingga larut malam. Jurubicara KPK, Budi Prasetyo, mencerita…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 13 March 2026 📖 1 menit
Dramatis! Kejar-kejaran OTT KPK di Bengkulu Berlangsung Hingga Tengah Malam
Bupati Muara Enim Edison berjalan melewati kerumunan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan./fkn

FAKTANASIONAL.NET - Proses penangkapan para terduga koruptor di Rejang Lebong ternyata penuh dengan aksi dramatis.

Tim penindakan KPK harus berjibaku melakukan pembuntutan sejak siang hari hingga larut malam.

Jurubicara KPK, Budi Prasetyo, menceritakan bagaimana tim sempat kehilangan jejak saat para target memasuki gang-gang sempit di wilayah Bengkulu untuk mengecoh petugas, dilansir pada 12 Maret 2026.

Keberuntungan berpihak pada tim KPK saat target kembali terlihat berganti kendaraan menggunakan mobil. Penindakan akhirnya dilakukan saat tersangka HEP sedang menikmati momen berbuka puasa.

Namun, ketegangan belum berakhir karena salah satu pihak berinisial IRS sempat mencoba melarikan diri dengan mobil, sehingga terjadi aksi kejar-kejaran di jalanan Bengkulu.

Dari total 13 orang yang diamankan, 9 orang di antaranya diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan intensif. Operasi ini tidak hanya mengamankan orang, tetapi juga menyita uang tunai ratusan juta yang tersebar di mobil dan rumah pribadi para pelaku.

Keberhasilan ini menunjukkan komitmen KPK dalam mengawasi integritas pejabat daerah, bahkan di tengah momentum bulan suci Ramadan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK