Dua Anggota Wantimpres Margarito dan Rocky Kompak Suruh Gibran Mundur
Margarito Kamis jauh lebih halus mainnya daripada Rocky Gerung dari segi cara penyampaian.
FAKTANASIONAL.NET - Meskipun tak sekeras Rocky Gerung, anggota Wantimpres lain, yakni Margarito Kamis, juga cenderung menyarankan Wapres Gibran mundur sebagai Wapres, pasca putusan MA Nomor 742/2026 terkait tidak berlaku atau tidak pernah adanya Surat Keterangan (Suket) penyetaraan ijazah SMA Wapres Gibran yang dipakai sebagai persyaratan untuk maju pada Pilpres 2024 lalu.
Berbeda dengan Rocky Gerung, saran pengunduran diri Wapres Gibran itu baru terdengar dari Margarito Kamis pasca putusan MA Nomor 742/2026 ini. Sementara Rocky Gerung sudah menyarankan itu secara terbuka, pasca putusan MK Nomor 01/2026, tanggal 6 Oktober lalu. Bahkan, Rocky Gerung sempat ditegur Kepala Bakom Pemerintah, Syahganda Nainggolan, karena sarannya sangat atraktif.
Seingat saya Rocky Gerung menyampaikan sarannya itu dalam talkshow di Channel YouTube ILC, dengan host wartawan senior Karni Ilyas. Rocky Gerung bahkan mengatakan bahwa dia bukan penasihat Wakil Presiden, tapi penasihat Presiden. Itulah yang juga diluruskan Syahganda Nainggolan bahwa Wantimpres itu hakikatnya juga penasihat Wakil Presiden.
Tapi, agaknya Rocky Gerung bergeming. Di beberapa talkshow lain, ia tetap mengulangi sarannya itu. Maksud Syahganda Nainggolan mungkin agar menjaga situasi tetap kondusif, karena Wantimpres saat itu baru saja dilantik. Syahganda masih dan unsur formalistik dalam jiwanya. Berbeda dengan Rocky Gerung yang tetap berjiwa bebas merdeka.
Tapi, apakah Margarito Kamis juga akan ditegur Syahganda Nainggolan, pasca pernyataannya dalam talkshow Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne pagi ini? Rasanya tidak. Sebab, ini sudah putusan MA, yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Lagian, Margarito Kamis jauh lebih halus mainnya daripada Rocky Gerung dari segi cara penyampaian.
Dan secara kepakarannya, bidang hukum Tata Negara itu memang domainnya Margarito Kamis, ketimbang Rocky Gerung. Dari 26 anggota Wantimpres, Margarito Kamis adalah satu-satunya pakar Hukum Tata Negara di posisi itu. Ada satu ahli hukum lagi, yakni Anwar Usman, pamannya Wapres Gibran. Tapi, beliau belum ada bersuara terkait "kisruh" Suket ini. Konflik kepentingan.
Rocky Gerung sejak awal memprediksi Wapres Gibran akan mendapat Nobel, kalau mau mundur. Dan juga, elektabilitasnya akan naik, melejit. Margarito Kamis tidak memprediksi apa-apa kalau Wapres Gibran mundur. Tapi, kalau tidak mundur, nasihatnya pada DPR agar menggunakan hak menyatakan pendapat ketimbang hak angket. Sebab, mau tidak mau, suka tidak suka, Suket itu sudah batal dan dulu dipakai pada saat Pilpres. (ERIZAL)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.