Dugaan Keracunan Massal MBG di Batang, Ratusan Siswa dan Wali Murid Dirawat
FAKTANASIONAL.NET - Dugaan keracunan massal yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Rabu (23/9/2026). Ratusan siswa dari jenjang PAUD, TK hingga SD, serta sejumlah wal…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Dugaan keracunan massal yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Rabu (23/9/2026).
Ratusan siswa dari jenjang PAUD, TK hingga SD, serta sejumlah wali murid, dilaporkan menjalani penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Lonjakan pasien mulai terlihat sejak Selasa malam (22/9/2026) hingga Rabu sore. Para korban mengalami keluhan kesehatan yang semakin memburuk.
Puskesmas Bawang menjadi fasilitas kesehatan pertama yang menerima pasien sebelum sebagian korban dirujuk ke RSUD Limpung, RSUD Batang, dan Rumah Sakit QIM.
Peristiwa tersebut berdampak pada sejumlah sekolah di Kecamatan Bawang, antara lain SD Negeri 3 Bawang, SD Pasusukan, TK PAUD Al Ikhlas, TK PAUD Harapan Bunda, dan TK Pertiwi.
Seorang warga setempat, Juwaihir, mengatakan gejala sudah mulai dirasakan sejak Selasa. Namun, jumlah pasien meningkat pada malam hari hingga Rabu.
“Kejadian itu sebenarnya dari kemarin. Baru tadi malam ada siswa dan orang tua yang masuk puskesmas,” ujar Juwaihir dikutip dari Radar Pekalongan, Rabu (23/9/2026).
Dugaan sementara mengarah pada makanan yang berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Bawang.
Sejumlah saksi menyebut menu olahan telur diduga menjadi salah satu pemicu.
Meski demikian, penyebab pasti belum diketahui. Petugas masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diamankan.
Sekretaris Desa Pasusukan, Ahmadi, mengatakan pendataan korban masih berlangsung karena jumlahnya terus bertambah.
Korban tidak hanya berasal dari siswa, tetapi juga orang tua yang mengonsumsi sisa makanan MBG yang dibawa pulang.
Dinas Kesehatan Kabupaten Batang menyatakan seluruh tenaga medis telah disiagakan untuk menangani para korban.
Hingga Rabu sore, jumlah resmi korban belum dirilis karena proses penanganan pasien masih menjadi prioritas.
Pemerintah bersama otoritas terkait juga melakukan investigasi terhadap rantai pasok MBG di Kecamatan Bawang.
Pemeriksaan mencakup kualitas bahan baku, kebersihan dan higienitas pengolahan di dapur SPPG, serta proses distribusi makanan sebelum dikonsumsi siswa.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.