Duka Kembali di Tanah Suci: Dua Anggota Jemaah Haji Embarkasi Makassar Meninggal Dunia
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Musim haji 2025 kembali menyisakan kesedihan bagi Embarkasi Makassar. Pada 28–29 Mei 2025, dua anggota jemaah haji asal Sulawesi Selatan meninggal dunia di Tanah Suci, sehingga total mencapai 11 korban meninggal selama m…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Musim haji 2025 kembali menyisakan kesedihan bagi Embarkasi Makassar.
Pada 28–29 Mei 2025, dua anggota jemaah haji asal Sulawesi Selatan meninggal dunia di Tanah Suci, sehingga total mencapai 11 korban meninggal selama musim haji kali ini.
Kejadian ini menambah duka keluarga dan rombongan, di tengah cuaca ekstrem dan kepadatan ibadah di Mekkah dan Madinah.
Suaib Hi Kamel, calon haji Kloter 15 UPG asal Pulau Morotai, Maluku Utara, menghembuskan napas terakhir pada Rabu, 28 Mei 2025, pukul 20.19 Waktu Arab Saudi, di RS Saudi National Hospital, Makkah.
Anggota DPRD Pulau Morotai dari Fraksi PKB ini sempat menjalani perawatan intensif karena kondisi kesehatannya menurun sejak tiba di Makkah.
PPIH dan tim medis terus memonitor, tetapi upaya penanganan tidak berhasil.
Sehari berselang, Kamis, 29 Mei 2025, Marhawang Abbas Mappa, 65 tahun, jemaah Kloter 37 asal Kabupaten Toraja Utara, juga meninggal dunia.
Setelah tiba di hotel pukul 07.30 WAS, ia terlihat kelelahan akibat kurang istirahat. Meskipun langsung mendapat penanganan medis oleh dokter kloter, Marhawang dinyatakan meninggal di lokasi.
Saat ini, proses pemulasaraan jenazah dikoordinasi oleh PPIH sesuai tata cara setempat, sembari mempersiapkan pemakaman di Makkah.
Sebelumnya, sembilan jemaah Embarkasi Makassar lainnya telah gugur, termasuk Amirah Tayyimah (68) dari Kloter 1, Ambo Bennu Petta Nini (Kloter 12), dan Rahmat Slamet (55).
Dari Kloter UPG, jenazah Sapo Panisi Lili (79), La Apala (60), dan Sitti Nur Kunding (46) telah dipulangkan ke peristirahatan terakhirnya.
Nama-nama lain seperti Amin Abdullah (68), Nurhaya Binti Palangeang (66), dan Jamida Lamo Suren Binti Lamo (86) juga telah mencatat sejarah duka.
Kondisi cuaca panas dan jadwal ibadah padat diduga menjadi faktor risiko kesehatan.
PPIH Embarkasi Makassar mengimbau seluruh jemaah untuk meningkatkan istirahat, asupan gizi, dan mematuhi instruksi medis. Semoga korban yang wafat diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.