Dukung Transisi Energi, PLN Pasok Ratusan MVA ke Enam Produsen Batu Bara Besar
FAKTANASIONAL.NET – PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi sektor pertambangan melalui kolaborasi strategis dengan sejumlah produsen batu bara nasional. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Bel…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi sektor pertambangan melalui kolaborasi strategis dengan sejumlah produsen batu bara nasional.
Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) serta Memorandum of Understanding (MoU) Integrated Business Solution guna mendorong elektrifikasi operasional tambang pada Selasa (21/4/2026).
Dalam kesepakatan PJBTL tersebut, PLN akan memasok daya listrik dalam skala besar kepada enam perusahaan, yakni PT Makmur Sejahtera Wisesa (106 MVA), PT Maruwai Coal (71 MVA), PT Sembada Makmur Sejahtera (55 MVA), PT Marga Bara Jaya (35 MVA), PT Trubaindo Coal Mining (30 MVA), dan PT Berau Coal (29 MVA).
Efisiensi Finansial dan Target NZE
Koordinator Konservasi dan Mineral Batu Bara Kementerian ESDM, Ari Hendrawanto, menjelaskan bahwa elektrifikasi alat berat menjadi kunci utama dalam mereduksi emisi di wilayah operasional tambang untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) 2060.
Selain dampak lingkungan, transisi ini diklaim memberikan keuntungan finansial yang nyata.
"Dengan perbandingan harga diesel dan tarif listrik saat ini, terdapat potensi penghematan biaya operasional hingga Rp2 miliar per tahun untuk setiap unit alat berat. Jika diterapkan secara luas, efisiensi yang dihasilkan akan sangat besar," ujar Ari Hendrawanto.
Solusi Bisnis Terintegrasi
Selain pasokan listrik, PLN melalui anak usahanya juga menjalin kolaborasi Integrated Business Solution.
Kerja sama ini mencakup pembangunan instalasi dan gardu pelanggan untuk PT Masmindo Dwi Area dan PT Maruwai Coal, serta pekerjaan engineering design dan pembangunan instalasi tegangan tinggi bagi PT Sembada Makmur Sejahtera.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, menegaskan bahwa urgensi transisi energi bukan sekadar menjawab tantangan iklim, melainkan strategi memperkuat kemandirian energi nasional.
"Pengembangan green mining di sektor pertambangan menjadi salah satu solusi strategis untuk menekan emisi gas rumah kaca sekaligus memastikan keberlanjutan industri batu bara ke depan," ungkap Adi Priyanto.
Menurutnya, forum ini menjadi momentum penting untuk mengidentifikasi potensi pertumbuhan permintaan listrik serta merumuskan strategi pengelolaan aset kelistrikan pasca umur tambang.
Optimalisasi Jalur Pengangkutan
Dari sisi teknis operasional, Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, mengidentifikasi bahwa titik kritis konsumsi energi berada pada tahap pengangkutan hasil tambang.
"Oleh karena itu, pemanfaatan energi bersih berbasis listrik pada proses hauling ini menjadi salah satu langkah konkret untuk bagaimana kita meningkatkan efisiensi operasional sekaligus juga menurunkan emisi," pungkas Dini.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat terciptanya ekosistem pertambangan yang lebih hijau dan efisien di masa depan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.