Fakta Nasional

Efek Perang Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen

FAKTANASIONAL.NET - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 16–17 Maret 2026. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif terhad…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 19 March 2026 📖 1 menit
Efek Perang Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (15/7/2026) pagi bergerak menguat ke level Rp18.070 per dolar AS menyusul meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga bank sentral AS./Foto : Istimewa
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 16–17 Maret 2026.

Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif terhadap meningkatnya risiko ketidakpastian global akibat meluasnya konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan kekuatan besar dunia.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa narasi penurunan suku bunga kini tidak lagi menjadi prioritas. Dampak perang yang memicu lonjakan harga minyak dunia memaksa BI untuk lebih berhati-hati.

Fokus utama saat ini adalah memastikan inflasi 2026 tetap terjaga dalam sasaran 2,5% serta memperkuat intervensi di pasar valas guna membentengi Rupiah dari arus modal keluar yang masif.

Konflik antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat diprediksi akan menekan pertumbuhan ekonomi global hingga melambat ke angka 3,1 persen.

Selain itu, kenaikan defisit fiskal Amerika Serikat untuk membiayai perang turut melambungkan yield US Treasury, yang pada gilirannya menekan pasar keuangan negara berkembang.

BI menegaskan akan terus memantau dinamika ini untuk memastikan stabilitas moneter dalam negeri tetap terjaga.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK