Fakta Nasional

Ekonomi Hijau Indonesia: Peluang dan Tantangan di Pasar Global

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indonesia menghadapi tantangan serius untuk memaksimalkan potensi ekonomi hijau di panggung internasional. Meski perdagangan environmental goods terus tumbuh, daya saing negeri masih kalah dari negara tetangga. Nilai per…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 21 June 2025 📖 1 menit
Ekonomi Hijau Indonesia: Peluang dan Tantangan di Pasar Global
Ekonomi Hijau/(pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Indonesia menghadapi tantangan serius untuk memaksimalkan potensi ekonomi hijau di panggung internasional. Meski perdagangan environmental goods terus tumbuh, daya saing negeri masih kalah dari negara tetangga.

Nilai perdagangan barang lingkungan mencapai US$ 28,8 miliar pada 2024, naik 10% dibanding tahun sebelumnya. Ekspor tumbuh ke US$ 20,8 miliar, sedangkan impor meningkat menjadi US$ 8 miliar. Namun, peringkat Economic Complexity Index (ECI) menempatkan Indonesia di urutan 117, jauh di bawah Thailand (41) dan Malaysia (24).

Menurut Widdi Mugijayani (DFD Lab CSIS), rendahnya inovasi produk ramah lingkungan menjadi kendala utama. Selain ECI, posisi Green Complexity Potential (GCP) di angka 43 dan Green Complexity Index (GCI) di peringkat 76 menunjukkan masih minimnya pengembangan komoditas berteknologi tinggi di sektor hijau.

Untuk mengejar ketertinggalan, diperlukan pembenahan kebijakan di industri, energi, dan keuangan. Di sektor industri, penguatan Permen ESDM 11/2024 serta SIH perlu diperjelas. Pada sektor energi, RUKN dan RUPTL harus disesuaikan agar menarik investasi hijau. Sementara itu, optimalisasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) akan mempermudah aliran modal ke proyek-proyek ramah lingkungan.

Dengan reformasi terpadu, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk environmental goods, memperkuat ekspor, dan mendukung target pertumbuhan ekonomi 8% hingga 2029.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK