Ekshumasi Jasad Sutrimo Bukan Menggali Opini
HARI ini kamera akan banyak tertuju ke Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hari ini jenazah Sutrimo, penjaga rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, akan dilakukan ekshumasi. Penggalian kubur mengangkat jenazah untuk dilak…
Dengarkan Ringkasan
HARI ini kamera akan banyak tertuju ke Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Hari ini jenazah Sutrimo, penjaga rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, akan dilakukan ekshumasi. Penggalian kubur mengangkat jenazah untuk dilakukan otopsi ulang terhadap jenazah itu.
Aan Rohaeni, kuasa hukum pihak keluarga Sutrimo, memastikan tidak akan hadir, karena tidak akan sanggup melihat kondisi jenazah Sutrimo. Pihak keluarga akan diwakili oleh dirinya sebagai kuasa hukum, "jelas Aan. Apa pun hasilnya, pihak keluarga sudah menyerahkan semuanya kepada Kepolisian.
Kematian Sutrimo menjadi tanda tanya besar dan sejak awal terdapat banyak kejanggalan. Menurut pihak keluarga, sekitar jam 04:00, lewat ponselnya, Sutrimo masih berkirim foto yang menunjukkan ia masih berada di depan rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Paginya, Sutrimo sudah tiada.
Pihak keluarga bukan tidak melihat jasad Sutrimo sebelum dikuburkan. Sudah melihat, dan bersih. Ternyata, pengakuan pihak RS Muhammadiyah Taman Puring, jasad Sutrimo memang diminta dibersihkan dan langsung dimandikan, oleh pihak yang membawanya ke RS, agar bisa langsung dimakamkan saat sampai di rumah pihak keluarga.
Sebetulnya, itu tindakan yang biasa saja, kalau tak masuk dalam sebuah rangkaian atau rencana jahat. Karena terlalu banyak kejanggalan, makanya jadi banyak muncul spekulasi. Apalagi Sutrimo bekerja dengan orang yang saat ini paling banyak disorot, karena diduga melakukan tindakan ekstra ordinary.
Kematian Sutrimo adalah suatu peristiwa tersendiri atau gabungan dari peristiwa lainnya, inilah yang menjadi tanda tanya besar yang belum terjawab. Kalau opininya sudah berseliweran, tapi faktanya belum. Ekshumasi jenazah Sutrimo hari ini, adalah untuk menggali faktanya, bukan opini. (ERIZAL)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.