Fakta Nasional

Ekspansi Jaringan Mafia Tambang Emas Ilegal Kalbar: “Tante” dan Taktik MRN Kuasai PETI

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kalimantan Barat kembali memanas dengan munculnya jaringan baru bernama “Tante” yang dikomandoi cukong berinisial Y. Berbekal modal besar dan diduga dukungan oknum aparat, “Tante” m…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 16 May 2025 📖 1 menit
Ekspansi Jaringan Mafia Tambang Emas Ilegal Kalbar: “Tante” dan Taktik MRN Kuasai PETI
jaringan PETI Kalbar terbaru 2025/(ilustrasi)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kalimantan Barat kembali memanas dengan munculnya jaringan baru bernama “Tante” yang dikomandoi cukong berinisial Y.

Berbekal modal besar dan diduga dukungan oknum aparat, “Tante” menyalip dua raja PETI lama, AS dan SB.

Operator lapangan utamanya, MRN, kini menguasai titik-titik penambangan di Bengkayang, Singkawang, Landak, hingga ekspansi ke kebun sawit PT WHS di Sambas.

Kegiatan MRN sering menimbulkan konflik dengan penambang lokal. Ia kerap mengaku sebagai “perwakilan” pejabat keamanan, sehingga menimbulkan intimidasi.

Dukungan logistik dan modal dari “Tante” membuat MRN mudah mengambil alih tambang yang sebelumnya dikuasai AS dan SB.

Dinamika Persaingan AS dan SB
AS dan SB selama ini menguasai sebagian besar kawasan PETI di Kalbar.

Namun, konflik internal dan tekanan penegakan hukum membuat operasi mereka sempat tersendat. Jaringan “Tante” memanfaatkan celah ini untuk merangsek masuk dan menambah wilayah jelajah tambang.

Intimidasi Sosial: MRN mengklaim dukungan aparat keamanan, sehingga menekan penambang independen.

Ekspansi Cepat: Dari Bengkayang menyebar ke Singkawang, Landak, hingga Sambas.

Kerusakan Ekosistem: Aktivitas PETI tanpa izin merusak hutan, sungai, dan lahan perkebunan, memicu konflik sosial dengan masyarakat setempat.

Operasi PETI semacam ini bukan hanya merugikan negara (hilangnya potensi pajak dan royalti), tetapi juga menghancurkan lingkungan dan menimbulkan gesekan sosial.

Keterlibatan oknum keamanan dalam jaringan ilegal ini harus diusut tuntas agar kepercayaan publik pulih dan kerusakan alam bisa dikendalikan.

Munculnya “Tante” dan MRN sebagai aktor baru menegaskan sifat dinamis jaringan PETI di Kalbar.

Penegakan hukum yang tegas dan transparan, serta rehabilitasi lahan bekas tambang, menjadi kunci memutus rantai mafia tambang emas ilegal.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK