Fakta Nasional

Ekspor Terselubung: Jejak Batu Bara Ilegal dari Kutai ke Surabaya

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penelusuran terbaru mengungkap jalur terorganisir untuk menyalurkan batu bara ilegal melalui pelabuhan utama nasional. Berawal dari penimbunan di sebuah gudang rahasia, komoditas ini dikemas dan didistribusikan lewat jal…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 23 July 2025 📖 1 menit
Ekspor Terselubung: Jejak Batu Bara Ilegal dari Kutai ke Surabaya
Harga Batu Bara Terus Merangkak Naik Meski Dihantui Berita Negatif/(ilustrasi/@Pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penelusuran terbaru mengungkap jalur terorganisir untuk menyalurkan batu bara ilegal melalui pelabuhan utama nasional. Berawal dari penimbunan di sebuah gudang rahasia, komoditas ini dikemas dan didistribusikan lewat jalur laut, menembus pengawasan berkat dokumen resmi yang tercatat atas nama perusahaan tambang terdaftar.

Pada tahap awal, hasil tambang batu bara ilegal dikumpulkan di stockroom tertutup. Di sini, batubara diperiksa, dipilah, lalu dimasukkan ke dalam karung berlapis plastik untuk menjaga kualitas selama transit. Proses pengemasan dilakukan dengan rapi: setiap karung diberi label berat dan kode batch seolah-olah berasal dari tambang resmi.

Setelah dikemas, karung batubara disusun di rack penyimpanan hingga mencapai jumlah yang memadai untuk satu kontainer. Pengelola stockroom memanfaatkan jaringan logistik darat untuk mengirimkan muatan ke Pelabuhan Kalimantan Timur—Kariangau Terminal. Dari sinilah jalur laut dimulai, memakai kontainer standar internasional agar muatan tampak biasa di mata otoritas pelabuhan.

Kontainer batubara ilegal tersebut lalu diberangkatkan menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kejutan muncul ketika dokumen pengangkutan yang menempel pada setiap kontainer ternyata sah: diterbitkan oleh dua perusahaan pemegang IUP Operasi Produksi, yakni PT MMJ dan PT BMJ, yang berpusat di Kutai Kartanegara. Keberadaan surat izin ini memungkinkan muatan ilegal lolos dari pemeriksaan rutin.

Penyelidikan lebih lanjut masih terus berlangsung untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan kedua perusahaan tambang tersebut. Otoritas berwenang pun semakin waspada, memperketat verifikasi dokumen dan melakukan razia mendadak untuk mencegah terulangnya praktik ekspor ilegal yang merugikan negara.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK