Fakta Nasional

Ekspor Tumbuh, Investasi Melonjak: Menperin Targetkan Indonesia Jadi Pusat Industri Alas Kaki Global

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri alas kaki Indonesia merupakan salah satu sektor manufaktur yang memiliki prospek cerah dan akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional di masa de…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Mutia Seliana Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 06 August 2026 📖 2 menit
Ekspor Tumbuh, Investasi Melonjak: Menperin Targetkan Indonesia Jadi Pusat Industri Alas Kaki Global
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat pembukaan pameran ILF Expo dan IGT Expo 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran pada 5-7 Agustus 2026/Fkn.
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri alas kaki Indonesia merupakan salah satu sektor manufaktur yang memiliki prospek cerah dan akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus saat membuka Indo Leather & Footwear (ILF) Expo dan Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurut Menperin, dengan pasar domestik yang sangat besar serta peluang ekspor yang terus terbuka, pemerintah optimistis industri ini mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

"Industri tekstil, kulit, dan alas kaki bukan lagi dipandang sebagai sektor tradisional, melainkan industri masa depan yang mampu membawa produk Indonesia bersaing di pasar dunia. "Setiap sepatu yang kita jahit membawa nama Indonesia di ruang-ruang ritel di seluruh dunia," kata Agus.

Kementerian Perindustrian, lanjutnya, mencatat potensi pasar sepatu nasional mencapai sekitar Rp290 triliun per tahun, berdasarkan perhitungan dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Besarnya jumlah penduduk Indonesia yang mendekati 290 juta jiwa menjadi modal kuat bagi pertumbuhan industri dalam negeri.

Agus menegaskan pemerintah berkepentingan menjaga daya beli masyarakat agar kebutuhan pasar domestik dapat dipenuhi sebanyak mungkin oleh produk buatan Indonesia.
Selain memiliki pasar yang besar, industri tekstil, pakaian jadi, kulit, dan alas kaki juga berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja.

Saat ini, sektor tersebut mempekerjakan lebih dari 3,8 juta orang, sehingga peningkatan daya saing industri sekaligus berarti menjaga jutaan lapangan pekerjaan.

Kinerja industri juga menunjukkan tren positif. Sepanjang semester pertama 2026, nilai ekspor sektor tekstil, kulit, dan alas kaki mencapai sekitar US$4,85 miliar, sementara subsektor kulit dan alas kaki tumbuh 5,28 persen.

Investasi di sektor ini juga melonjak dari sekitar Rp13,5 triliun pada 2024 menjadi Rp24 triliun pada 2025, dengan surplus perdagangan industri alas kaki mencapai US$2,89 miliar.

Meski demikian, Agus menilai capaian tersebut masih harus terus ditingkatkan. Ia menyebut wajah industri alas kaki Indonesia saat ini mencerminkan tiga karakter utama, yakni tangguh, tumbuh, dan terpercaya.

"Untuk mempercepat pertumbuhan, pemerintah mendorong pelaku industri melakukan modernisasi mesin, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memanfaatkan teknologi, serta menerapkan prinsip industri hijau," katanya.

Menurut Agus, pasar global kini tidak hanya menilai kualitas produk, tetapi juga memperhatikan proses produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Selain itu, pemerintah meminta pelaku usaha memanfaatkan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebagai peluang memperluas ekspor.

Pelaku industri diharapkan telah siap dari sisi kapasitas produksi, sertifikasi, hingga kualitas produk agar mampu memenuhi permintaan pasar internasional.

Di sisi lain, penguatan rantai pasok nasional juga menjadi fokus pemerintah. Sinergi antara industri hulu, mulai dari penyamak kulit, produsen benang dan kain, hingga produsen alas kaki dan garmen dinilai akan menciptakan ekosistem industri yang lebih kuat dan tahan menghadapi dinamika ekonomi global.

Pemerintah juga berkomitmen memperkuat iklim investasi melalui pemberian insentif, pengamanan perdagangan, transformasi industri 4.0, penerapan standar industri hijau, serta kolaborasi lintas sektor.

Melalui penyelenggaraan ILF Expo 2026, Agus berharap lahir kontrak dagang baru, investasi strategis, serta transfer teknologi di bidang mesin, desain, dan proses produksi.

"Dengan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan dunia usaha, Indonesia diyakini tidak hanya menjadi basis produksi, tetapi juga pusat strategis industri alas kaki dunia," pungkasnya.[sel]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK