Fakta Nasional

Emas Antam Melemah: Tertekan Prospek Suku Bunga AS Setelah Data Ketenagakerjaan Kuat

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas Antam produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali melemah pada Sabtu (22/11/2025). Mengikuti tren emas global yang merana, harga emas satuan 1 gram di butik LM Graha Dipta Pulo Gadung turun Rp 7.000 menjadi Rp 2.341…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 23 November 2025 📖 1 menit
Emas Antam Melemah: Tertekan Prospek Suku Bunga AS Setelah Data Ketenagakerjaan Kuat
Harga Emas Tergelincir Jelang Perjanjian Dagang AS-UE/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas Antam produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali melemah pada Sabtu (22/11/2025). Mengikuti tren emas global yang merana, harga emas satuan 1 gram di butik LM Graha Dipta Pulo Gadung turun Rp 7.000 menjadi Rp 2.341.000/batang. Harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga turun dengan jumlah yang sama, menjadi Rp 2.202.000 per gram. Pelemahan ini sejalan dengan harga emas global yang ditutup terkoreksi 0,34% pada perdagangan Jumat sebelumnya, dan mencatat koreksi 0,28% dalam sepekan terakhir.

Ketenagakerjaan AS Lebih Kuat dari Perkiraan

Pelemahan harga emas global didorong oleh langkah investor mencerna laporan ketenagakerjaan AS September 2025. Laporan non-farm payroll (NFP) yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan peningkatan sebesar 119.000, lebih dari dua kali lipat dari perkiraan kenaikan 50.000. Angka yang kuat ini menguatkan pandangan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bahwa pasar tenaga kerja masih stabil. Kondisi pasar tenaga kerja yang kuat ini secara substansial meredam prospek penurunan suku bunga The Fed pada Desember, yang pada gilirannya menekan minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven.

Klaim Pengangguran dan Sinyal Perekrutan Melambat

Meskipun NFP menunjukkan ketahanan, data lain mengindikasikan pendinginan di pasar tenaga kerja. Klaim pengangguran lanjutan AS meningkat ke level tertinggi sejak 2021, mencerminkan perlambatan aktivitas perekrutan. Namun, klaim pengangguran awal tetap stabil. Lonjakan klaim lanjutan, bersamaan dengan pertumbuhan klaim awal yang stabil, diinterpretasikan sebagai sinyal hiring activity yang lebih rendah, bukan peningkatan PHK. Secara keseluruhan, ketidakpastian seputar langkah The Fed dan data ekonomi yang beragam menciptakan tekanan jual pada harga emas.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK