Fakta Nasional

Emas Tembus $4.000: Kebijakan The Fed dan Keraguan Pasar Bopong Harga Logam Mulia

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas dunia di bursa COMEX New York melonjak signifikan sekitar 2 persen pada perdagangan Kamis, 30 Oktober 2025. Kenaikan tajam ini dipicu oleh dua faktor utama: keputusan Federal Reserve (The Fed) AS yang memangka…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 01 November 2025 📖 1 menit
Emas Tembus $4.000: Kebijakan The Fed dan Keraguan Pasar Bopong Harga Logam Mulia
Harga Emas Tergelincir Jelang Perjanjian Dagang AS-UE/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga emas dunia di bursa COMEX New York melonjak signifikan sekitar 2 persen pada perdagangan Kamis, 30 Oktober 2025. Kenaikan tajam ini dipicu oleh dua faktor utama: keputusan Federal Reserve (The Fed) AS yang memangkas suku bunga acuan dan meningkatnya ketidakpastian pasar terhadap kesepakatan dagang terbaru antara AS dan China.

Lingkungan suku bunga rendah secara historis menguntungkan emas. Logam mulia ini dipandang sebagai aset lindung nilai yang menarik karena tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), sehingga menjadi lebih atraktif ketika biaya memegang aset lain (seperti dolar) menurun.

Harga emas spot tercatat melonjak 1,9 persen ke level 4.003,62 Dolar AS per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember ditutup menguat 0,4 persen di posisi 4.015,9 Dolar AS per ons.

Dampak Pemangkasan Suku Bunga The Fed

The Fed secara resmi menurunkan suku bunga acuan sesuai dengan ekspektasi pasar. Langkah ini diambil untuk menstimulasi ekonomi. Namun, bank sentral AS itu juga memberi sinyal bahwa pemangkasan tersebut kemungkinan menjadi yang terakhir untuk tahun ini.

Sinyal ini muncul di tengah penutupan sebagian pemerintahan AS yang menghambat rilis data ekonomi penting, menambah lapisan ketidakpastian. Dalam situasi ini, investor cenderung beralih ke aset aman seperti emas untuk melindungi nilai kekayaan mereka dari potensi gejolak ekonomi dan geopolitik.

Ketidakpastian Kesepakatan Dagang AS-China

Meskipun Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan baru dengan China, pasar meresponsnya dengan skeptis. Kesepakatan itu mencakup penurunan tarif impor AS (dari 57% menjadi 47%) dan komitmen pembelian kedelai serta pengawasan fentanil dari Beijing.

Namun, pelaku pasar menilai perjanjian tersebut belum memberikan kepastian hukum yang kuat dan khawatir gencatan senjata ini hanya bersifat sementara. Keraguan ini memicu pelemahan di pasar saham global dan mendorong investor memburu aset safe-haven. Penguatan ini juga terlihat pada logam mulia lainnya, di mana perak naik 2,7%, platinum melonjak 1,2%, dan paladium melesat 3,4%.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK