Fakta Nasional

Energi Berkelanjutan di Papua: Langkah Strategis Prabowo Menuju Keadilan Sosial

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto menetapkan Papua sebagai wilayah prioritas dalam pengembangan energi berkelanjutan nasional. Kebijakan ini disambut positif oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, yang menilai langkah…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 09 February 2026 📖 1 menit
Energi Berkelanjutan di Papua: Langkah Strategis Prabowo Menuju Keadilan Sosial
Presiden Prabowo Subianto/Dok. BPMI Setpres.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto menetapkan Papua sebagai wilayah prioritas dalam pengembangan energi berkelanjutan nasional.

Kebijakan ini disambut positif oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, yang menilai langkah ini sebagai jawaban atas ketimpangan akses listrik di wilayah timur Indonesia.

Potensi alam Papua yang melimpah selama ini dianggap belum dioptimalkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat setempat.

Papua memiliki kekayaan sumber daya energi baru terbarukan (EBT) yang luar biasa, mulai dari tenaga air hingga surya. Rivqy menekankan bahwa sangat ironis jika wilayah kaya energi seperti Papua masih mengalami krisis listrik.

Dengan mendorong PT PLN (Persero) dan instansi terkait untuk serius menggarap proyek ini, diharapkan Papua tidak hanya menjadi lumbung energi mentah, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi hijau yang mandiri di masa depan.

Pembangunan energi berkelanjutan di Papua bukan sekadar tentang transisi lingkungan, melainkan tentang implementasi sila kelima Pancasila.

Rivqy mengingatkan bahwa listrik harus hadir merata hingga ke pelosok dan wilayah terluar. Tanpa implementasi yang terukur, kebijakan ini hanya akan menjadi dokumen di atas kertas.

Pemerintah dituntut memastikan bahwa setiap investasi energi yang masuk ke Papua memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal secara langsung.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK