Fakta Nasional

FAI UIKA Bogor Bangun Kesadaran Mahasiswa terhadap Bahaya LGBT dan HIV

BOGOR, FAKTANASIONAL.NET - Lebih dari 200 mahasiswa mengikuti Kajian Mahasiswa Fakultas Agama Islam (KAIFA) Sesi ke-20 yang digelar Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor di Aula FAI UIKA, Selasa (21/7/2026). Seminar bertaju…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 23 July 2026 📖 2 menit
FAI UIKA Bogor Bangun Kesadaran Mahasiswa terhadap Bahaya LGBT dan HIV

BOGOR, FAKTANASIONAL.NET - Lebih dari 200 mahasiswa mengikuti Kajian Mahasiswa Fakultas Agama Islam (KAIFA) Sesi ke-20 yang digelar Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor di Aula FAI UIKA, Selasa (21/7/2026).

Seminar bertajuk ”Edukasi Bahaya LGBT dan HIV/AIDS dalam Meningkatkan Kesadaran Moral dan Kesehatan Islami” itu menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami isu LGBT dan HIV/AIDS berdasarkan perspektif Islam.

Kajian yang diikuti jajaran organisasi mahasiswa (Ormawa) tersebut menghadirkan Dekan FAI UIKA, Prof. Dr. Hj. Imas Kania Rahman, dan Syaiful Falah sebagai pemateri. Sementara Dr. Yono Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FAI UIKA, bertindak sebagai keynote speaker. Turut hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dakwah UIKA, Prof. Dr. Hambari

Dalam sambutannya, Dr. Yono menjelaskan KAIFA merupakan forum kajian rutin Fakultas Agama Islam yang kini memasuki penyelenggaraan ke-20. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar di luar perkuliahan untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

"KAIFA bertujuan meningkatkan nalar berpikir mahasiswa di luar kelas. Kajian ini menjadi ruang untuk membahas berbagai isu yang tidak seluruhnya dipelajari dalam proses perkuliahan,” ujarnya.

Ia mengatakan tema mengenai LGBT dan HIV/AIDS dipilih karena dinilai penting untuk dipahami mahasiswa melalui perspektif ajaran Islam. Pada tahap awal, peserta difokuskan kepada pengurus organisasi mahasiswa yang dinilai memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan edukasi di lingkungan kampus.

“Ormawa adalah garda terdepan. Setelah ini, kami juga akan mengadakan kajian serupa bagi seluruh mahasiswa Fakultas Agama Islam,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dakwah UIKA, Prof. Dr. Hambari, berharap mahasiswa mampu menjadi agen edukasi di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan akademik maupun dakwah.

“Kami berharap mahasiswa FAI menjadi juru dakwah sekaligus penggerak edukasi di masyarakat. Pemahaman yang diperoleh diharapkan dapat disampaikan secara bertanggung jawab, termasuk melalui media sosial,” tuturnya.

Pada sesi materi, Prof. Dr. Hj. Imas Kania Rahman menyampaikan pandangannya mengenai LGBT berdasarkan perspektif Islam. Ia mengajak mahasiswa memperkuat pemahaman keagamaan agar mampu menyikapi berbagai perkembangan sosial sesuai nilai-nilai yang diyakini.

Pemateri kedua, Syaiful Falah, menekankan pentingnya bersikap kritis terhadap informasi yang diterima. Ia mengingatkan peserta agar membiasakan diri melakukan tabayun atau menelaah setiap informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

“Setiap informasi harus dipelajari terlebih dahulu dan tidak langsung dipercaya. Mahasiswa harus memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi perkembangan informasi,” katanya.

Di akhir kegiatan, para pemateri mengajak peserta membacakan pernyataan sikap sebagai penutup rangkaian KAIFA Sesi ke-20 yang berlangsung selama kurang lebih empat jam.

Melalui kegiatan ini, FAI UIKA Bogor berharap mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman keislaman yang lebih kuat, tetapi juga mampu meningkatkan literasi, berpikir kritis dalam menyikapi berbagai isu sosial, serta menjadi agen edukasi yang menyampaikan informasi secara santun, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai akademik serta ajaran Islam.

Penulis: Rifa Amrie Maslan


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK