Fleksibilitas Menu: Strategi Baru Program Makan Bergizi Gratis 2026
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi memutuskan bahwa susu sapi tidak lagi menjadi komponen wajib dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Dadan Hindayan, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil guna…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi memutuskan bahwa susu sapi tidak lagi menjadi komponen wajib dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN, Dadan Hindayan, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil guna menyesuaikan dengan ketersediaan stok lokal di berbagai daerah. Langkah ini dianggap perlu untuk mencegah lonjakan harga akibat permintaan yang terlalu tinggi di wilayah yang tidak memiliki sumber daya sapi perah yang mencukupi, dilansir pada 22 Januari 2026.
Sebagai pengganti bagi daerah yang kesulitan mendapatkan susu, menu dapat dialihkan ke sumber makanan lain yang memiliki kandungan protein dan kalsium setara. BGN juga menegaskan komitmennya untuk menghindari keseragaman menu secara nasional agar tidak terjadi ketimpangan pasar.
Dengan memberikan ruang bagi produk lokal seperti ikan atau protein nabati lainnya, tekanan terhadap satu jenis komoditas pangan dapat diredam, sehingga stabilitas harga di tingkat konsumen tetap terjaga dengan baik.
Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa permintaan massal untuk satu jenis bahan pangan, seperti telur, sempat memicu kenaikan harga yang signifikan.
Oleh karena itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini diarahkan untuk lebih fleksibel. Misalnya, jika harga ayam melonjak, menu dapat diganti dengan ikan, atau meningkatkan penggunaan kentang saat harganya sedang turun.
Strategi substitusi ini diharapkan dapat membantu menyejahterakan petani dan peternak lokal sekaligus menjamin kualitas gizi bagi puluhan juta penerima manfaat program MBG.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.