Fakta Nasional

Fokus Tutup Kebocoran Rp2.653 Triliun, Prabowo Kumpulkan Menteri Ekonomi Matangkan Badan Ekspor

FAKTANASIONAL.NET — Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan mendesak dengan memanggil sejumlah menteri dan pejabat tinggi di bidang ekonomi ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis siang (21/5/2026). Pertemuan ini mempertegas langkah pemerintah…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 21 May 2026 📖 2 menit
Fokus Tutup Kebocoran Rp2.653 Triliun, Prabowo Kumpulkan Menteri Ekonomi Matangkan Badan Ekspor
Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia/(instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan mendesak dengan memanggil sejumlah menteri dan pejabat tinggi di bidang ekonomi ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis siang (21/5/2026).

Pertemuan ini mempertegas langkah pemerintah untuk segera mengekssekusi kebijakan tata kelola ekspor baru di tengah sorotan publik mengenai kesejahteraan rakyat yang dinilai masih berjalan di tempat meski pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para petinggi ekonomi telah merapat ke Istana sejak pukul 12.30 WIB.

Di antara yang hadir terlihat Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Baca Juga: Kejutan Reshuffle Kabinet Prabowo 2026

Saat dikonfirmasi mengenai agenda mendadak ini, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa kehadiran para menteri dipicu oleh undangan langsung dari Kepala Negara.

“Undangan makan siang,” jawab Rosan singkat saat ditemui sebelum memasuki area Istana.

Meski dikemas dalam agenda makan siang, pertemuan ini diyakini kuat menjadi panggung finalisasi regulasi strategis.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut apakah pembahasan akan berfokus pada pembentukan badan ekspor baru, Rosan tidak menampik hal tersebut.

Ia mengonfirmasi bahwa agenda utamanya adalah melaporkan kesiapan teknis kepada Presiden.

“Ini mau lapor mekanismenya. Nanti ya saya laporan dulu,” ujarnya.

Strategi Mematok Kebocoran Devisa

Sehari sebelumnya, Rabu (20/5/2026), Presiden Prabowo secara resmi telah mengumumkan pembentukan badan ekspor baru.

Langkah ini dipayungi oleh Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.

Kebijakan radikal ini ditargetkan mampu menyelamatkan penerimaan negara dari kebocoran masif yang diperkirakan mencapai 150 miliar dolar AS atau setara dengan Rp2.653,92 triliun setiap tahunnya.

Dalam pidatonya di Gedung DPR RI, Presiden menekankan bahwa keberhasilan regulasi baru ini mutlak membutuhkan komitmen inter-lembaga yang solid.

“Kita perhitungkan potensi yang bisa diselamatkan dari kebocoran itu 150 miliar dolar AS tiap tahun. Apakah kita mampu atau tidak tergantung keberanian kita, tergantung tekad kita, tergantung kita bekerja sama dengan baik atau tidak," tegas Prabowo di hadapan anggota dewan.

Di bawah mekanisme baru ini, pemerintah akan memusatkan seluruh aktivitas ekspor untuk komoditas strategis nasional — termasuk minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, besi, hingga fero alloy.

Penjualan ke luar negeri tidak lagi dilepas bebas, melainkan wajib melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk resmi sebagai eksportir tunggal (sole exporter).

Langkah pengetatan ini diambil Presiden Prabowo untuk menyudahi praktik-praktik ilegal korporasi yang merugikan kas negara secara sistemik selama berdekade-dekade.

Badan ekspor ini dirancang khusus sebagai instrumen pemukul guna menutup celah manipulasi faktur (under invoicing), pengalihan keuntungan (transfer pricing), hingga penimbunan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di luar negeri.

Melalui integrasi satu pintu ini, pemerintah optimistis arus modal masuk dari kekayaan alam Indonesia dapat sepenuhnya kembali ke dalam negeri demi menggenjot sektor kesejahteraan masyarakat secara riil.

Baca Juga: Tegaskan Ekonomi Pancasila, Prabowo Subianto Sentil Keseimbangan Pertumbuhan Kesejahteraan


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK