Fondasi Pembiayaan Danantara Dipertanyakan Ekonom: Khawatirkan Utang dan Crowding-Out Investasi
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) melontarkan pertanyaan serius mengenai fondasi pembiayaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi fiskal Indonesia saat ini. D…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) melontarkan pertanyaan serius mengenai fondasi pembiayaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi fiskal Indonesia saat ini. Dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan Danantara, para ekonom menyoroti bahwa Sovereign Wealth Fund (SWF) umumnya dibentuk oleh negara yang menikmati surplus, sementara Indonesia mengalami defisit fiskal dan transaksi berjalan selama dua dekade terakhir.
AEI mengkhawatirkan kebutuhan pendanaan Danantara yang besar dapat mendorong ketergantungan pada utang, yang berpotensi memengaruhi manajemen utang nasional yang sudah mencapai kisaran 40 persen dari PDB.
Ancaman Crowding-Out Sektor Swasta
Ekspansi pembiayaan Danantara ke depan, termasuk rencana penyuntikan dana Rp20 triliun untuk peternak ayam pemasok program Makan Bergizi Gratis (MBG), dinilai berpotensi menekan ruang investasi domestik. Kekhawatiran muncul bahwa tindakan ini akan menimbulkan crowding-out terhadap sektor swasta, meningkatkan biaya modal, dan mengurangi ruang gerak investasi di dalam negeri.
Transparansi dan Tata Kelola Pejabat
Selain masalah pendanaan, AEI juga menyoroti tantangan fundamental dalam tata kelola Danantara, mencakup transparansi, pelaporan, rangkap jabatan, potensi konflik kepentingan, serta ketidakjelasan mekanisme meritokrasi dalam penunjukan pejabat. Para ekonom menilai tekanan politik terhadap Danantara "hampir tak terhindarkan" mengingat besarnya kepentingan yang terlibat.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.