Fakta Nasional

Fundamental Kuat di Tengah Gejolak Pasar, Danantara dan Himbara Buka Peluang 'Buyback' Saham Bank BUMN

FAKTANASIONAL.NET — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menegaskan bahwa kondisi fundamental emiten perbankan pelat merah saat ini berada dalam posisi terbaik. Guna meredam gejolak pasar saham domes…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 11 June 2026 📖 3 menit
Fundamental Kuat di Tengah Gejolak Pasar, Danantara dan Himbara Buka Peluang 'Buyback' Saham Bank BUMN
Danantara bersama Himbara menegaskan fundamental bank BUMN tetap solid dan membuka peluang aksi buyback saham untuk menjaga stabilitas pasar./net.
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menegaskan bahwa kondisi fundamental emiten perbankan pelat merah saat ini berada dalam posisi terbaik.

Guna meredam gejolak pasar saham domestik, pemerintah juga mulai membuka peluang untuk melakukan aksi pembelian kembali (buyback) saham perbankan BUMN.

Langkah ini diambil setelah jajaran pimpinan DPR melakukan pertemuan intensif dengan Himbara, BP BUMN, BPI Danantara Indonesia, dan perwakilan pemerintah untuk membahas volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belakangan ini tertekan di kisaran level 5.000-an.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa dirinya telah mengumpulkan puluhan pimpinan perusahaan sekuritas untuk meluruskan persepsi pasar mengenai kondisi riil bank-bank pelat merah.

"Kemarin saya juga ketemu sendiri dengan 30 pemimpin sekuritas. Kita menjelaskan program-program pemerintah dan mereka baru memahami," kata Dony di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/6).

Dony menjamin transparansi kinerja perbankan BUMN sangat terbuka untuk diuji oleh publik dan para investor.

Baca Juga: Presiden Prabowo Setujui Perluasan Program Bedah Rumah hingga 2027

"Fundamentalnya bank-bank kita itu dalam posisi yang terbaik hari ini. Bisa dilihat kok (kinerjanya) kan mereka bank terbuka, bisa dilihat bukunya. Mereka dalam posisi yang sangat luar biasa bagus," imbuhnya.

Menyikapi penurunan harga saham perbankan negara yang tidak mencerminkan kinerja aslinya, Dony menilai opsi buyback sangat masuk akal untuk diambil. Menurutnya, buyback merupakan mekanisme yang lazim dilakukan perusahaan ketika harga saham di pasar tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.

"Itu yang terjadi bahwa memang banyak saham-saham kita yang fundamentalnya sangat bagus," ujarnya.

Indikator Keuangan Himbara Cetak Rekor Terbaik

Senada dengan Dony, Ketua Umum Himbara sekaligus Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Putrama Wahju Setyawan, juga buka-bukaan mengenai ketangguhan operasional bank BUMN.

Ia memastikan kinerja keuangan seluruh anggota Himbara tetap solid dan melesat tinggi.

"Dapat kami sampaikan bahwa secara fundamental kinerja di Himbara ini sangat bagus dan saat ini adalah kinerja terbaiknya Himbara," kata Putrama dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).

Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada pimpinan DPR, indikator utama perbankan BUMN menunjukkan angka yang sangat sehat.

Pertumbuhan kredit Himbara saat ini rata-rata bertumbuh di kisaran 20 persen, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mampu melonjak dalam rentang 20 hingga 30 persen.

Dari sisi risiko dan likuiditas, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga aman di angka 88 persen hingga 90 persen.

"Kemudian selain itu juga loan loss reserve, credit cost juga terjaga, rata-rata NPL ada di bawah kisaran 2 persen," tutur Putrama.

Dengan data tersebut, Putrama meminta investor tidak perlu panik menghadapi fluktuasi pasar global yang sempat menekan pasar keuangan domestik.

"Jadi dapat kami sampaikan bahwa saat ini kinerja Himbara secara fundamental sangat bagus sehingga rasanya tidak perlu ada kekhawatiran, keraguan terhadap kondisi fundamental di bursa," pungkasnya.

DPR Dukung Stabilitas Pasar keuangan

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membenarkan bahwa fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah memitigasi dampak sentimen global terhadap saham-saham perbankan nasional.

Menurut Dasco, saham bank-bank pelat merah sebenarnya ditopang fundamental dan kinerja yang baik, namun tetap terdampak gejolak pasar global yang menekan pasar keuangan domestik.

Oleh karena itu, DPR memberikan lampu hijau bagi pemerintah dan manajemen bank BUMN untuk menyiapkan bantalan pasar, termasuk eksekusi buyback jika momentumnya sudah tepat.

Pembahasan tersebut ditujukan terkait peluang pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) pada waktu yang dianggap tepat untuk mendukung stabilitas pasar.

Baca Juga: KPK Bidik Dugaan Korupsi Baru Eks Wamenaker Noel di Kursi BUMN


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK