Gebrakan Baru Ekonomi Desa: Pemerintah Kejar Target 35 Ribu Kopdes Merah Putih
FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Indonesia terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur ekonomi pedesaan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan bahwa progr…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah Indonesia terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur ekonomi pedesaan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memastikan bahwa progres pembangunan 35.872 unit koperasi tersebut kini memasuki tahap finalisasi.
Targetnya, puluhan ribu koperasi ini dijadwalkan rampung sepenuhnya pada Agustus mendatang.
Sebagaimana dilansir dari laporan CNN Indonesia, program ini dirancang bukan sebagai pesaing toko ritel modern, melainkan sebagai pilar strategis pemerintah.
Sudah akan dibikin tim langsung dipimpin oleh Pak Tatang, Deputi Menko Pangan, untuk menyelesaikan perpres yang inisiatifnya nanti dari Menteri Koperasi (Ferry Juliantono) dan Menteri Desa (Yandri Susanto). Dikasih target satu bulan ini selesai sehingga yang lain-lainnya bisa kita kerjakan dengan baik," kata Zulhas, dikutip redaksi dari CNN Indonesia (20/7/2026)
Keberadaan Kopdes Merah Putih difokuskan untuk menjalankan fungsi sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi pertanian masyarakat, serta menjadi infrastruktur penyalur bantuan dan barang bersubsidi.
Untuk memastikan kelancaran ekosistem ini, pemerintah tengah mengebut penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) yang akan menjadi payung hukum operasional Kopdes.
Zulhas mengungkapkan bahwa tim khusus di bawah pimpinan Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan, Tatang Yuliono, telah dibentuk dengan target waktu penyelesaian regulasi selama satu bulan.
Proses ini melibatkan inisiatif lintas kementerian, yakni Kementerian Koperasi dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT).
Setelah payung hukum rampung, pemerintah akan segera melanjutkan tahapan krusial berupa penempatan sumber daya manusia (SDM) agar koperasi mampu beroperasi secara optimal sesuai fungsi yang diharapkan.
Di sisi lain, kekhawatiran mengenai tumpang tindih peran dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun ancaman bagi warung kelontong setempat coba diredam oleh pemerintah.
Mendes PDT, Yandri, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih justru akan berkolaborasi dengan BUMDes untuk saling memperkuat.
Pemerintah juga berkomitmen mengatur mekanisme distribusi secara cermat. Prioritas penyaluran melalui Kopdes Merah Putih hanya terbatas pada barang-barang bersubsidi saja.
Dengan skema operasional yang terukur, pemerintah menjamin bahwa kehadiran koperasi baru ini tidak akan mematikan roda ekonomi warung-warung kecil yang selama ini menjadi tulang punggung transaksi harian di desa.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.