Fakta Nasional

Gebrakan Menkeu Purbaya: Direksi BEI Baru Wajib Berantas Goreng Saham

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan peringatan keras bagi para calon direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan berganti pada Juni 2026. Menkeu menegaskan bahwa integritas pasar modal adalah prioritas u…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 03 January 2026 📖 1 menit
Gebrakan Menkeu Purbaya: Direksi BEI Baru Wajib Berantas Goreng Saham
Menkeu menegaskan pemerintah tengah memeriksa dugaan manipulasi transfer pricing ekspor CPO yang melibatkan sejumlah perusahaan raksasa seperti Wilmar dan Musim Mas./net
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan peringatan keras bagi para calon direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan berganti pada Juni 2026.

Menkeu menegaskan bahwa integritas pasar modal adalah prioritas utama. Ia menuntut pemimpin bursa masa depan untuk memiliki keberanian dalam menyikat habis praktik manipulasi harga atau fenomena "goreng saham" yang merugikan investor.

Purbaya menyatakan bahwa pemberian insentif dari pemerintah akan sangat bergantung pada prestasi direksi dalam menangkap para spekulan nakal.

Selain aspek teknis, jajaran direksi baru diharapkan memiliki komitmen kuat dalam melindungi investor ritel serta mengembangkan basis investor institusi di dalam negeri agar ekosistem pasar modal semakin sehat.

Menjelang suksesi kepemimpinan ini, Menkeu optimis IHSG mampu menembus angka 10.000 seiring target pertumbuhan ekonomi 6 persen.

Saat ini, beberapa direksi petahana masih berpeluang maju kembali, sementara lainnya terganjal aturan masa jabatan. Seleksi ketat pun dilakukan untuk memastikan kursi pimpinan diisi oleh sosok yang transparan dan berintegritas.**


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK