Geger! Komunitas Yakuza Maneges Lahir di Kediri, Rangkul 'Santri Jalur Kiri'
FAKTANASIONAL.NET - Publik Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, baru-baru ini dihebohkan oleh deklarasi sebuah organisasi dengan nama yang cukup nyentrik: Yakuza Maneges. Meski mengusung nama yang sangat identik dengan sindikat kejahatan terorganisir a…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Publik Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, baru-baru ini dihebohkan oleh deklarasi sebuah organisasi dengan nama yang cukup nyentrik: Yakuza Maneges.
Meski mengusung nama yang sangat identik dengan sindikat kejahatan terorganisir asal Jepang, kelompok ini nyatanya bergerak pada pergerakan sosial dan spiritual.
Merujuk pada laporan yang diterbitkan detikJatim pada Rabu (13/5/2026), komunitas unik ini memfokuskan diri untuk merangkul kaum marginal yang sering kali terpinggirkan dari tatanan masyarakat umum.
Tokoh sentral di balik lahirnya Yakuza Maneges adalah Gus Thuba, pemuda yang memiliki nama lengkap Thuba Topo Broto Maneges.
Peresmian gerakan dakwah inklusif ini turut dihadiri dan mendapat sambutan hangat dari Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati.
Dalam orasi deklarasinya pada Sabtu (9/5/2026), Gus Thuba secara lugas menegaskan bahwa organisasinya murni berdiri tegak demi menebarkan semangat kemanusiaan.
Metodologi dakwah yang diterapkan sang pemimpin sangat terinspirasi oleh teladan ulama kharismatik asal Kediri, Gus Miek.
Alih-alih menghakimi para preman atau orang-orang buangan, Gus Thuba justru merangkul dan memberdayakan mereka sepenuh hati.
Wadah ini menjadi ruang aman bagi para individu tersesat yang ingin bertaubat dan memperbaiki kehidupan, kelompok yang dengan bangga ia juluki sebagai "santri jalur kiri".
Pemilihan diksi 'Yakuza' tentu sempat memantik kontroversi publik. Akan tetapi, sang inisiator memilihnya dengan kesadaran penuh dan sarat makna.
Konsep Yakuza di sini diartikan sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem sosial yang menindas rakyat kecil. Di sisi lain, istilah 'Maneges' diambil dari kosakata Jawa kuno yang berarti jernih atau bening.
Paduan filosofis ini menggambarkan entitas yang mungkin berpenampilan luar garang, namun hatinya tetap murni. Komunitas ini sama sekali tidak meniru tindakan kriminal.
Ideologi Yakuza Maneges justru kokoh berpijak pada tiga pilar utama yang sangat mulia, yakni inklusivitas, penyebaran spiritualitas jalanan, dan pembentukan solidaritas akar rumput yang solid.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.