Gejolak Harga Minyak Setelah Serangan AS dan Gencatan Senjata
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak mentah global kembali bergejolak dalam beberapa hari terakhir. Awal pekan lalu, serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir Iran memicu lonjakan harga, namun diikuti koreksi tajam setelah…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak mentah global kembali bergejolak dalam beberapa hari terakhir.
Awal pekan lalu, serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir Iran memicu lonjakan harga, namun diikuti koreksi tajam setelah pengumuman gencatan senjata.
Bagaimana dinamika harian ini memengaruhi pasar dan prospek ke depan?
Pada Senin, 23 Juni 2025, pasar minyak merespons serangan AS dengan reli signifikan.
Minyak mentah Brent melonjak 3,17% ke level US$ 79,45 per barel, sementara WTI AS naik US$ 3,18 menjadi US$ 76,19 per barel. Investor khawatir potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah akan memperketat suplai global.
Keesokan harinya, Selasa, 24 Juni, harga Brent anjlok US$ 5,53 (7,2%) ke US$ 71,48 per barel dan WTI turun ke US$ 68,51.
Penurunan terdalam sejak Agustus 2022 ini dipicu kabar gencatan senjata setelah balasan Iran terbatas pada pangkalan militer di Qatar, tanpa menyerang infrastruktur minyak.
Rabu, 25 Juni, Brent kembali turun 6,1% ke US$ 67,14 dan WTI merosot 6% ke US$ 64,37 – level terendah sejak awal Juni 2025.
Dinamika ini menggambarkan sensitivitas pasar minyak terhadap isu geopolitik. Meski gencatan senjata memberi kelegaan, ketegangan di wilayah produsen utama masih mengintai.
Investor dan analis tetap waspada pada setiap perkembangan militer atau diplomatik di Timur Tengah.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.