Fakta Nasional

Gejolak Pasar Saham: Respon IHSG Terhadap Penunjukan Thomas Djiwandono

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Lantai bursa Indonesia mengalami volatilitas pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, 27 Januari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terperosok ke zona merah sesaat setelah pengumuman resmi Thomas Djiwandono…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 28 January 2026 📖 1 menit
Gejolak Pasar Saham: Respon IHSG Terhadap Penunjukan Thomas Djiwandono
IHSG Jeblok/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Lantai bursa Indonesia mengalami volatilitas pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, 27 Januari 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terperosok ke zona merah sesaat setelah pengumuman resmi Thomas Djiwandono sebagai Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI).

Meskipun sempat dibuka dengan koreksi tipis, tekanan jual yang masif membuat indeks merosot hingga 0,70 persen ke level 8.912 hanya dalam hitungan menit sejak pembukaan.

Data perdagangan menunjukkan mayoritas sektor saham mengalami pelemahan, terutama pada sektor konsumer, properti, dan teknologi.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 255 saham tercatat melemah. Menariknya, di tengah tekanan pada pasar ekuitas, nilai tukar rupiah justru menunjukkan ketangguhan dengan penguatan tipis ke level Rp16.780 per dolar AS.

Hal ini mengindikasikan adanya persepsi yang berbeda antara pasar saham dan pasar valuta asing terhadap dinamika kebijakan moneter terbaru.

Sentimen negatif di pasar saham disinyalir berakar dari kekhawatiran pelaku pasar mengenai independensi Bank Indonesia. Thomas Djiwandono, yang merupakan tokoh politik penting dan kerabat Presiden, dinilai membawa beban politis ke dalam lembaga independen tersebut.

Pengamat pasar modal menekankan bahwa stabilitas ekonomi jangka panjang sangat bergantung pada kepercayaan investor terhadap kredibilitas bank sentral. Jika independensi dianggap terkompromi, risiko pelarian modal asing bisa menjadi ancaman nyata bagi stabilitas makroekonomi nasional di masa depan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK