Gelar Haul Pendiri NKRI dan Zikir Kebangsaan, Puluhan Ribu Jamaah JATMA ASWAJA Penuhi Masjid Istiqlal
FAKTANASIONAL.NET - Puluhan ribu jamaah JATMA ASWAJA berkumpul di Masjid Istiqlal, Jakarta, untuk mengikuti Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jamaah datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk bersama-sa…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Puluhan ribu jamaah JATMA ASWAJA berkumpul di Masjid Istiqlal, Jakarta, untuk mengikuti Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Jamaah datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap persatuan, cinta tanah air, dan keutuhan NKRI.
Sekretaris Jenderal PB JATMA ASWAJA, Dr. KH. A. Helmy Faishal Zaini, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ritual keagamaan. Menurutnya, zikir kebangsaan dan haul para pendiri NKRI merupakan momentum untuk kembali mengingat tanggung jawab spiritual sekaligus kebangsaan dalam menjaga Indonesia.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang refleksi untuk mengenang perjuangan serta pengorbanan para pendiri bangsa yang telah meletakkan dasar bagi berdirinya Indonesia.
“Cinta tanah air bukan hanya sesuatu yang kita ucapkan, tetapi harus menjadi bagian dari laku kehidupan. Ketika kita berdoa untuk keselamatan bangsa, sesungguhnya kita sedang mengingatkan diri bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang harus kita rawat bersama,” ujar Helmy di hadapan jamaah di Masjid Istiqlal, Minggu malam, 9 Agustus 2026.
Menurut Helmy, Indonesia menghadapi berbagai perubahan dan tantangan, mulai dari dinamika sosial hingga perkembangan teknologi yang berlangsung cepat. Kondisi tersebut membutuhkan kekuatan spiritual yang dapat memperkuat ketahanan sosial sekaligus menjaga hubungan antarsesama.
Karena itu, ia menilai nilai-nilai keagamaan perlu diterjemahkan dalam kehidupan sosial agar mampu memperkuat persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
Ketua Panitia Zikir Kebangsaan PB JATMA ASWAJA, Dr. M. Hasan Chabibie, mengatakan spiritualitas tidak seharusnya berhenti pada kesalehan individual. Menurutnya, nilai agama harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan bersama.
“Zikir mengajarkan kita untuk mengingat Allah, tetapi dari ingatan itu harus lahir akhlak. Dari akhlak lahir kepedulian, dari kepedulian lahir persaudaraan, dan dari persaudaraan itulah kita bisa bersama-sama menjaga bangsa ini,” jelas Hasan.
Ia menilai persatuan bangsa membutuhkan fondasi moral dan spiritual yang kuat. Dengan demikian, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap lingkungan sosial dan kehidupan berbangsa.
Sementara itu, Rais Aam PB JATMA ASWAJA, Habib Luthfi bin Yahya, menegaskan bahwa semangat spiritual dan kecintaan terhadap tanah air telah menjadi bagian dari keteladanan para pendiri NKRI.
Menurut Habib Luthfi, perjuangan para pendiri bangsa tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai spiritual, pengorbanan, serta semangat membangun kehidupan kebangsaan.
“Karena itu malam ini juga kita gunakan sebagai momen refleksi untuk mendoakan para pendiri NKRI. Haul ini juga sebagai pengingat kita bahwa eksistensi kita hari ini sebagai bangsa Indonesia merupakan buah dari perjuangan para pendiri NKRI,” jelas Habib Luthfi.
Melalui Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri NKRI, JATMA ASWAJA berharap semangat persatuan, kepedulian sosial, dan cinta tanah air terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga keutuhan Indonesia merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.[Sel]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.