Fakta Nasional

Gelar Konferensi Pers, RS Medistra Jakarta Tegaskan Tak Ada Larangan Menggunakan Hijab

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pihak Rumah Sakit (RS) Medistra akhirnya buka suara dengan melakukan konferensi pers terkait dugaan larangan menggunakan hijab atau diskriminasi kepada tenaga kesehatan. Direktur RS Medistra Dr. Agung Budisatria, MM, FIS…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 05 September 2024 📖 1 menit
Gelar Konferensi Pers, RS Medistra Jakarta Tegaskan Tak Ada Larangan Menggunakan Hijab
Press Conference yang digelar RS Medistra Jakarta terkait larangan Nakes menggunakan hijab/ald.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pihak Rumah Sakit (RS) Medistra akhirnya buka suara dengan melakukan konferensi pers terkait dugaan larangan menggunakan hijab atau diskriminasi kepada tenaga kesehatan.

Direktur RS Medistra Dr. Agung Budisatria, MM, FISQua menegaskan bahwa, tidak ada larangan pemakaian hijab bagi dokter, perawat maupun pegawai RS Medistra.

Apabila terjadi tindakan diskriminasi, ditegaskan Agung, pihaknya tidak akan mentolerir lagi, sebab tindakan tersebut dapat mencoreng nama baik RS Medistra.

“Medistra sama sekali tidak melarang pemakaian hijab. Kami sangat menghargai dan menghormati keberagaman," kata Agung saat melakukan jumpa pers di RS Medistra, Rabu (04/09/2024).

Sebagai bukti nyata, ia pun menyebut, dari total 780 pegawai Medistra, sebanyak 30 persen atau 234 pegawai muslimah yang mengenakan hijab.

Agung pun mengatakan, di RS Medistra sendri juga terdapat fasilitas ibadah bagi umat muslim. Untuk itu mustahil jika ada tindakan pelarangan mengenakan hijab bagi umat muslim.

“Kami juga menyediakan fasilitas mushola atau masjid untuk beribadah umat muslim," tandasnya.

Sebelumnya, beredar luas di media sosial (medsos) dugaan adanya tindakan diskriminatif terhadap tenaga kesehatan (Nakes) yang menggunakan berhijab di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

Hal itupun sontak memicu reaksi keras dari berbagai pihak seperti, Majelis Ulama Indonesia (MUI), DPR RI, DPRD DKI Jakarta dan juga masyarakat muslim.

Kasus ini mencuat setelah beredar surat dari DR. dr. Diani Kartini SpB, subsp.Onk(K), yang menyebut adanya pertanyaan dalam wawancara penerimaan tenaga medis di RS Medistra, mengenai kesediaan membuka hijab jika diterima bekerja di sana.[ald]

 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK