Fakta Nasional

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Runtuh, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 5 Persen

FAKTANASIONAL.NET – Harga minyak mentah dunia kembali meroket pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, menghapus tren penurunan tajam yang terjadi akhir pekan lalu. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya kembali ketegangan di Selat Hormuz yan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 22 April 2026 📖 2 menit
Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Runtuh, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 5 Persen
Harga minyak mentah Brent dan WTI kembali terkerek naik menyusul keputusan Iran memperketat kembali jalur pelayaran komersial tersebut akibat memanasnya suhu politik dengan AS./(ilustrasi kilang minyak/(pixabay)

FAKTANASIONAL.NET – Harga minyak mentah dunia kembali meroket pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, menghapus tren penurunan tajam yang terjadi akhir pekan lalu.

Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya kembali ketegangan di Selat Hormuz yang mengancam stabilitas gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasarkan data Reuters pada Selasa (21/4/2026), berikut pergerakan harga minyak terbaru:

  • Minyak mentah Brent: Ditutup melonjak 5,10 Dolar AS (5,64%) ke level 95,48 Dolar AS per barel.

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI): Naik signifikan 5,76 Dolar AS (6,87%) menjadi 89,61 Dolar AS per barel.

Optimisme Pasar yang Sirna

Kenaikan tajam ini berbanding terbalik dengan kondisi pada Jumat lalu, di mana harga minyak sempat anjlok sekitar 9 persen setelah Iran menjamin jalur pelayaran Selat Hormuz tetap dibuka.

Namun, situasi memanas selama akhir pekan setelah AS menyita kapal kargo Iran yang diduga mencoba menembus blokade, yang kemudian memicu ancaman balasan dari Teheran.

Direktur energi berjangka Mizuho, Bob Yawger, menilai perubahan drastis ini telah mengubah sentimen pelaku pasar secara total.

“Niat baik yang muncul pada hari Jumat kini sudah sepenuhnya hilang,” ujar Bob Yawger.

Ketidakpastian Diplomasi di Pakistan

Gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua minggu ini dijadwalkan berakhir pada akhir pekan depan.

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar terhadap kelanjutan perundingan damai yang direncanakan berlangsung di Pakistan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi, menegaskan bahwa tindakan AS menjadi penghalang utama proses diplomasi saat ini.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan belum memberikan kepastian mengenai perpanjangan gencatan senjata dan menegaskan blokade akan terus diberlakukan.

Kondisi Pasokan di Selat Hormuz

Meskipun harga saat ini masih berada di bawah puncak awal konflik, gangguan pasokan fisik tetap menjadi ancaman nyata.

Jalur perdagangan di Selat Hormuz dilaporkan hampir lumpuh total. Data terbaru pada Senin menunjukkan hanya ada tiga kapal yang melintas dalam kurun waktu 12 jam terakhir.

Para analis memperkirakan harga minyak akan sangat bergantung pada eskalasi di lapangan.

Jika perang skala penuh dapat dihindari, harga diprediksi akan mengalami penurunan bertahap, namun ketidakpastian politik tetap menjadi faktor risiko utama yang menjaga harga di level tinggi.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK